Tak Hanya Anak-anak, Ibu-ibu Pun Takut Periksa Gigi

Terbit pada Senin, 10 Oktober 2016

Kepedulian akan kesehatan gigi hendaknya ditanamkan sejak dini. Kita tahu bahwa gigi geligi di dalam rongga mulut akan kita pergunakan seumur hidup. Maka sudah selayaknya gigi mendapat perhatian agar bisa tetap berfungsi tanpa ada keluhan.

Gigi susu atau biasa disebut gigi sulung tumbuh saat anak berusia sekitar 6 bulan dan akan mulai berganti menjadi gigi permanen saat anak berusia 6 tahun. Gigi permanen inilah yang akan kita pakai seterusnya dan sudah tidak ada lagi gigi pengganti.

Untuk itulah pengenalan kesehatan gigi sejak dini sangat diperlukan agar kesehatan gigi bisa terus dipertahankan.

RS Toeloengredjo menaruh perhatian akan pentingnya  pengenalan kesehatan gigi sejak dini. Dengan mengundang 150 siswa PAUD dan TK ABA II dengan 50 orang tuanya, Jumat 07 Oktober 2016 jam 7 pagi, tim pemasaran mengajak keliling RS Toeloengredjo, tentunya di area aman yang jauh dari area rawat inap.

Acara dilanjutkan dengan demo cara menyikat gigi yang benar dan dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi bagi siswa siswi. Tak sedikit yang berani membuka mulut, namun ada pula yang menangis saat akan memasuki ruang poli gigi. Bukan hanya anak-anak yang takut periksa ke dokter gigi, tampak seorang ibu pendamping siswa pun enggan untuk masuk ke poli gigi.

“Saya paling takut mendengar suara alat periksa  gigi, apalagi suara mesin bor-nya,“ aku ibu berjilbab wali dari siswa TK B tersebut. Namun ia tidak ingin anaknya takut untuk periksa  ke dokter gigi.  Ibu dua orang anak ini berharap dengan periksa bersama teman-teman, anaknya akan berani dan memiliki pengalaman positif tentang periksa ke dokter gigi.

Di akhir acara kunjungan siswa siswi yang telah menjadi agenda rutin ini, tim pemasaran RS Toeloengredjo mengajak anak-anak ini bernyanyi bersama sambil membagikan balon warna warni. (drg.MENIS_RSHVA, FIR_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar