PTPN X memiliki unit usaha yang mengelola tebu (on farm), yaitu

  1. TS Delta, PG Watoeteolis, Jalan Raya Krian KM3, Sidoarjo
  2. TS Dhoho, Kantor Tanaman HGU Jengkol, Jalan Melati, Desa Plosokidul, Kec. Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timuir
 
 
 
 
 
           
           
           
           
           
           
           
           
           
           
 
Unit Usaha Tembakau

Penopang bisnis perseroan juga berasal dari pengusahaan  budidaya tembakau yang dilakukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur (Kebun Ajung Gayasan dan Kertosari). Di tengah iklim industri tembakau yang cukup ketat, perseroan banyak berinovasi untuk menghasilkan tembakau berkualitas tinggi.

Kedua kebun tembakau tersebut menanam tembakau jenis TBN, VBN, FIK, BESNO dan VNO untuk dijadikan cerutu. Cerutu PTPN X sangat diminati pasar global. Eropa dan Amerika Latin adalah pasar potensial cerutu PTPN X.

PTPN 10        

 

 PTPN 10

Produksi tembakau PTPN X

PTPN 10

PT Dasaplast Nusantara

Berlokasi di Petjangaan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dan memproduksi karung plastik, innerbag dan waring, disamping untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula dan kebun tembakau di lingkungan sendiri, juga dipasarkan ke pihak ketiga (lokal dan ekspor).

untuk selengkapnya dapat dilihat di alamat http://www.dasaplast.com/ 

 PTPN 10

PT Mitratani Dua Tujuh

Perusahaan ini berlokasi di Mangli, Jember Jawa Timur, merupakan kerjasama antara PTPN X dengan PT Kelola Mina Laut. Komposisi kepemilikan saham: PTPN X = 65% berupa asset tanah dan bangunan sedangkan saham PT Kelola Mina Laut = 35%. PT Mitratani Dua Tujuh memproduksi Frozen Vegetables sebagai produk ekspor Jepang yaitu :

  1. Kedelai Edamame dengan kapasitas produksi 3.000 ton/tahun.
  2. Okura dengan kapasitas produksi 200 ton/tahun.

    Kedelai Edamame merupakan kudapan spesial khas Jepang yang kaya nutrisi, non-kolesterol dan bebas bahan kimia.

                                                                                        PTPN 10 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT Energi Agro Nusantara

Didirikan berdasarkan surat persetujuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara Nomor S-348/MBU/2013 tertanggal 17 Mei 2013. Penandatangan Pengesahan Nama Anak Perusahaan Pabrik Bioethanol PTPN X dihadiri oleh seluruh pejabat puncak di Kantor Direksi PTPN X dan disahkan oleh Notaris Sri Eliana Tjajoharto SH. Pabrik berlokasi di Desa Gedek Kabupaten Mojokerto dan keberadaannya diharapkan mampu memberi kontribusi positif dalam upaya dalam pemenuhan energi alternatif tergantikan di Indonesia.

Pabrik ini mengolah molasses (tetes tebu) sebagai bahan baku menjadi ethanol fuel grade dengan tingkat kemurnian 99,5 persen. Dari sisi kepentingan Nasional, Pabrik ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada keberadaan bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan energi alternatif. Dari sisi Perusahaan, diversifikasi produk turunan ini tak hanya terkait dengan diversifikasi risiko dan pendapatan, melainkan juga bisa menjadi sandaran kinerja perusahaan gula. Ke depan, kinerja keuangan PG akan lebih banyak ditopang oleh pengembangan pasar produk hilir ini.

PT Energi Agro Nusantara juga memproduksi pupuk hayati cair Enero, dengan bahan baku ivinase hasil samping produksi bioetanol. Pupuk ini mengandung mikroba fungsional yang berguna untuk tanaman dan tanah. Selama ini, pupuk telah diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman tebu, nanas, hortikultura, palawija, dan tanaman keras.

                                                                                                                                                                               PTPN 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pusat Penelitian Jengkol

PTPN 10

PUSAT PENELITIAN GULA JENGKOL

Penataran Jengkol, Plosokidul, Plosoklaten, Kediri 46131 PO BOX 6

Telepon (0354) 443841, Fax (0354) 441928, email : [email protected]

Fasilitas yang dimiliki

Dalam rangka mendukung tugas dan fungsinya sebagai lembaga penelitian yang melayani 11 pabrik gula di lingkungan PT Perkebunan Nusantara X, Penelitian Gula dilengkapi beberapa fasilitas antara lain :

  1. Laboratorium Pengujian Tanah dan Pupuk. 

    Laboratorium Pengujian Tanah dan Pupuk diresmikan oleh Menteri Pertanian RI pada tanggal 28 April 1992. Laboratorium Pengujian Tanah dan Pupuk ini, lebih tepat dikatakan sebagai Laboratorium Kimia Tanah, karena peralatan pendukungnya sebagian besar merupakan alat analisa kimia tanah, pupuk, dan daun. Keberadaan Laboratorium Tanah ini diharapkan dapat membantu melayani kebutuhan analisa kimia tanah khususnya Pabrik Gula di lingkungan PT Perkebunan Nusantara X maupun masyarakat luas dalam rangka memberikan rekomendasi pemupukan secara berimbang.

    Pada tanggal 21 Juli 2011 Laboratorium Pengujian Tanah dan Pupuk Pusat Penelitian (Puslit) Gula PTPN X berhasil mendapatkan sertifikat SNI ISO/IEC 17025:2008 (ISO/IEC 17025:2005) dari komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai laboratorium penguji yang telah memenuhi persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dengan nomor kode laboratorium LP-526-IDN. Sertifikat Akreditasi ini berlaku empat tahun mulai 21 Juli 2011 hingga 20 Juli 2015. Dengan diraihnya sertifikat ISO/IEC 17025:2008 ini, Laboratorium Pengujian Tanah dan Pupuk Puslit Gula telah diakui secara nasional dan internasional sebagai laboratorium penguji tanah dan pupuk dengan kompetensi pengujian yang dapat dipercaya dan berstandar internasional.

  2. Laboratorium Kultur Jaringan.

    PT Perkebunan Nusantara X telah mengantisipasi era globalisasi dengan membangun Laboratorium Kultur Jaringan yang sudah beroperasi sejak tahun 1992. Kebutuhan akan laboratorium kultur jaringan ini didasari pada  upaya untuk segera dapat mengembangkan tebu varietas unggul baru dan varietas-varietas yang mempunyai prospek baik dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak.

    Dengan berhasilnya teknik kultur jaringan tebu, maka beberapa keuntungan yang dapat diperoleh antara lain :

    • Tanaman yang dihasilkan secara genetik adalah sama dengan induknya
    • Dapat menghasilkan turunan dalam jumlah lebih banyak
    • Memuliakan kemampuan produksi bibit yang mengalami tekanan penyakit sistemik
    • Memperoleh bibit yang murni dan sehat untuk selanjutnya dikembangkan melalui jenjang kebun pembibitan yang terprogram
  3. Hot Water Treatment

    Penelitian Gula Jengkol memiliki fasilitas Hot Water Treatment (HWT) yang berfungsi untuk perawatan bbit tebu dengan air panas yang berguna untuk mencegah RSD (Ratoon Stunting Disease) jika perawatan dilakukan pada suhu 50°C selama 120 menit dan mencegah serangga/kutu/spora jamur jika perawatan dilakukan pada suhu 50°- 52°C selama 30 menit dengan kapasitas 70 ku bibit/siklus/hari untuk ± 1 ha tanam.

  4. Automatic Weather Station (AWS)

    Penelitian Gula Jengkol memiliki stasiun untuk pengukuran cuaca yang dilakukan secara otomatis dengan sistem telemetri yang dikenal dengan nama Automatic Weather Station (AWS). Stasiun Cuaca Otomatis atau Automatic Weather Station (AWS) Penelitian Gula Jengkol terletak di depan kantor yang lama (kantor selatan) yang terdiri dari sensor-sensor :

    • Solarimeter untuk mengukur radiasi surya
    • Termometer bola kering untuk mengukur suhu udara
    • Termometer bola basah bersama-sama dengan bola kering untuk mengukur kelembaban udara
    • Anemometer untuk mengukur kecepatan angin
    • Penakar hujan untuk mengukur curah hujan
    • Kelembaban tanah
  5. Laboratorium Mikrobiologi

    Laboratorium Mikrobiologi Penelitian Gula selesai dibangun pada pertengahan 2011. Laboratorium mikrobiologi memproduksi bioaktivator BIO N10 yang digunakan oleh unit produksi kompos pabrik gula di lingkungan PTPN X  untuk membuat kompos dengan bahan baku blotong dan abu ketel.

PTPN 10

http://pusatpenelitiangula.blogspot.com

http://pusatpenelitiangula.blogspot.com
 
PTPN 10
PTPN 10
PTPN 10

Sejarah Penelitian Tembakau Jember

Penelitian Tembakau Jember berdiri sejak tahun 1911 dengan nama Besoekische Proefstation. Sejak terjadinya Perang Dunia II kegiatan perusahaan tembakau sempat terhenti dan dilanjutkan kembali setelah Perang Dunia II selesai pada tahun 1950. Demikian pula dengan Balai Penelitian, yang pada waktu itu merupakan cabang dari Centrale Proefstation Vereeniging (CPV). Pada tahun 1957 perusahaan Belanda dinasionalisasi menjadi Perusahaan Perkebunan Negara (PPN Kesatuan IX) yang selanjutnya dipecah menjadi PPN Tembakau V dab PPN Tembakau VI, dan masing-masing PPN mendirikan unit penelitian dengan tugas mengadakan penelitian terapan dan pelayanan untuk memecahkan permasalahan yang ada di lahan pertanaman tembakau. reorganisasi kedua PPN tembakau akhirnya digabung menjadi PT Perkebunan XXVII.

Kantor Penelitian Jember dibangun pada tahun 1970 dan diresmikan pada tanggal 7 Desember 1971 dengan nama Balai Penelitian Tembakau. Penelitian Jember pada tahun 1996 bergabung dengan Bidang Penelitian dan Pengembangan Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara X.

www.litbangjember.wordpress.com

Jl. Arowana No. 48 Jember Telp. (0331) 485426

 

TUJUAN :

  • Mendukung Perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasarannya, khususnya dalam peningkatkan  produktifitas dan kinerja yang berdaya saing,
  • Menjadikan Penelitian sebagai "braintrust", pusat dan sumber informasi terpercaya.

 

PTPN 10 PTPN 10 PTPN 10

http://puslitklaten.wordpress.com ,http://eadewi.wordpress.com

Jl. Pramuka No.1 KLATEN 57411 Telp/Fax. (0272) 322236, email : [email protected]