Tebu

Ada dua kebun tembakau yang berada dibawah manajemen PT Perkebunan Nusantara X yaitu Kebun Ajong Gayasan dan Kebun Kertosari. Mayoritas tembakau yang dikembangkan adalah tembakau berkualitas ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar cerutu dunia. Tembakau tersebut dijual ke produsen cerutu secara langsung tanpa melalui pedagang (trader). Selain pasar utama di Eropa dan Amerika Serikat, perseroan juga mulai melirik pasar di Republik Rakyat Cina yang terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Jenis tembakau yang dibudidayakan untuk cerutu adalah Tembakau Bawah Naungan (TBN), Voorstenlanden Bawah Naungan (VBN), Tembakau varietas Connecticut/FIK, Tembakau Sumatera/FIN dengan tingkat kualitas Natural Wrapper/NW, Light Painting Wrapper/LPW, Ready for Use/RFU, dan filler. Produk tembakau ini telah diakui kualitasnya oleh pasar manca negara.
PTPN X secara resmi meluncurkan produk cerutu terbaru mereka, bernama Cerutu Golden Djawa
di tahun 2020 ini. Cerutu khas Jember ini memiliki cita rasa kelas dunia. Ini merupakan salah satu Cerutu High Class Premium, produk Unit Tembakau di Jember yang bercita rasa internasional. Cerutu ini lebih ramah lingkungan serta menyehatkan karena memakai bahan berkualitas tinggi, yaitu tembakau dekblad kualitas premium dan dikerjakan oleh tenaga ahli di bidang cerutu yang menerapkan program sosial sustainable tobacco yang mana program ini di dedikasikan untuk mereka yang membutuhkan atau untuk kelestarian lingkungan hidup.
Untuk daerah pemasarannya Golden Djawa
akan dipasarkan untuk pasar dalam negeri melalui pariwisata yang ada di Indonesia, selain itu cerutu ini diperuntukan menyasar kaum milenial yang punya prestige tinggi,
Cerutu ini mulai diproduksi sejak bulan Desember tahun 2019. Pembuatannya dibuat langsung oleh Koperasi Kartanegara di Kertosari, Jember. Untuk pemasaran ‘Golden Djawa’ sendiri akan dikembangkan di pasar Amerika dan Eropa .