Sustainability Report

Terbit pada Selasa, 28 Juli 2015

Laporan keberlanjutan atau Sustainability Report  (SR) merupakan laporan mengenai CSR yang komprehensif. SR ini berisi kebijakan ekonomi, lingkungan, sosial, dampak dan kinerja perusahaan berikut produknya dalam konteks pembangunan berkelanjutan. SR juga lazim dikenal dengan nama Tripple Bottom Line Reporting.

SR mencakup tiga aspek, yakni: kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, dan kinerja sosial. Kinerja ekonomi sendiri terbagi atas empat elemen, seperti: a) nilai ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan; b) implikasi keuangan akibat adanya perubahan iklim; c) pembangunan infrastruktur; dan d) dampak ekonomi. Kemudian kinerja lingkungan dijabarkan dalam enam elemen, yaitu: a) material yang digunakan; b) efluen energi, emisi dan limbah; c) pemanfaatan air; d) keanekaragamana hayati; e) dampak produk; dan f) ketaatan pada hukum. Sedangkan kinerja sosial meliputi tenaga kerja, hubungan industrial, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pelatihan dan pendidikan, keanekaragaman dan kesetaraan kesempatan, dan Hak Azasi Manusia.

Setidaknya ada 12 nilai yang termaktub dari SR, yakni: keterkaitan antara divisi, kesadaran tim eksekutif, kekuatan dan kelemahan perusahaan, visi dan strategi, kesetiaan karyawan pada perusahaan, komparabilitas/benchmarking, sistem manajemen, akses untuk mendapatkan modal, keterikatan pemangku kepentingan, keuntungan kompetitif, memaparkan komitmen serta reputasi dan kesetiaan.

Adapun laporan perusahaan yang masih ‘satu kerabat’ dengan laporan keberlanjutan, antara lain Corporate Social Responsibility Report (CSR Report), Sustainability Development Report, dan Creating Shared Value Report. (OPI_Corcom)

Disarikan dari paparan Ali Darwin Ak., M.Sc. (Executive Director, National Center for Sustainability Reporting, Jakarta dan Council Member, GRI OS, Amsterdam) dalam Workshop Penyusunan Laporan Tahunan CSR dan PKBL.

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar