Semua Itu Saling Melengkapi (teamwork series 3)

Terbit pada Rabu, 11 Maret 2015

Analogi tubuh yang kita miliki ini mungkin akan bisa menjelaskan maksud dari judul di atas. Tubuh kita terdiri dari bermacam-macam organ, jaringan, sel dan sebagainya. Di dalam tubuh kita, terjadilah harmonisasi yang sangat luar biasa. Saling melengkapi dan mendukung fungsi masing-masing, agar tercipta keutuhan diri yang holistik.

 

Bagian tubuh kita manakah yang paling penting? Otak, mata, jantung, paru-paru, hati?Ataukah semua sama pentingnya?

 

Kita ambil contoh yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai yang paling kotor, anus. Mengapa anus sering kali dianggap bagian yang paling kotor? Apa karena dari situ tempat keluarnya kotoran kita?

 

Sekarang, mari kita coba untuk bayangkan dan renungkan. Jika, anus kita bermasalah, sehingga :

  1. Mengakibatkan kita beberapa hari tidak bisa buang air besar, atau
  2. Duduk menjadi tidak nyaman karena rasa sakit, atau
  3. Kita secara tidak sadar tidak mampu mengontrolnya, sehingga kotoran kita keluar tanpa kita sadari dan lain sebagainya.

 

Apakah hal tersebut dapat menimbulkan masalah untuk diri kita sendiri? Apakah kita merasa nyaman dengan hal itu? Tentu saja hal itu membuat kita merasa tidak nyaman bukan?

 

Sekarang, mari kita coba untuk bayangkan dan renungkan jika anus kita berfungsi dengan normal dan sehat? Bagaimana perasaan kita? Apakah senang atau lega?

 

Begitu juga dengan organ kita lainnya, seperti paru-paru, jantung, mata, usus, pankreas, hati, otak dan sebagainya. Jika salah satu dari organ kita bermasalah, maka kita pun juga akan menuai dampaknya.

 

Maka apakah boleh kita katakan, bahwa semua bagian tubuh kita adalah sama pentingnya. Jadi kita pun harus memberikan perhatian dan kasih sayang yang sama terhadap keseluruhan bagian penyusun tubuh kita.

 

Di dalam dunia kerja pun, semua komponen yang ada selalu saling melengkapi. Apakah ada satu divisi yang lebih penting daripada divisi yang lain? Semuanya sama pentingnya dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Sama seperti tubuh kita sendiri, jika ada salah satu organ yang terganggu, maka sudah bisa dipastikan hal itu akan mengganggu keharmonisan tubuh kita. Demikian juga halnya jika ada satu divisi yang “terganggu”, maka itu pasti akan mempengaruhi kondisi kerja secara keseluruhan.

 

Mari kita bayangkan tanpa adanya cleaning service, siapa yang akan membantu untuk membersihkan ruangan. Tanpa adanya security, fungsi keamanan juga kurang sempurna. Tanpa adanya landscaping, kondisi taman juga akan tidak terurus. Tanpa adanya accounting, perhitungan keuangan juga tidak akan berjalan. Tanpa ada electrician, siapa yang akan mengurusi tentang sumber kelistrikan, dan lain sebagainya. Semua saling menunjang dan melengkapi.

 

Menunjukkan sikap respek dan saling menghargai merupakan salah satu cara untuk menjaga keharmonisan lingkungan kerja. Menyadari bahwa, apa yang dilakukan oleh masing-masing divisi adalah untuk keberlangsungan perusahaan dan kemaslahatan bersama. Jika hal ini bisa berlangsung secara kontinu, maka seperti tubuh kita yang selalu sehat ditunjang oleh harmonisnya fungsi-fungsi organ tubuh kita. (Rehandy Prismawan_Enero, OPI_Corcom)

 

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar