Sedikit Bekerja Banyak Liburan: Belajar Meningkatkan Produktivitas Kerja dari Orang Jerman
Mari kita belajar pada Negara Jerman tentang produktivitas kerja. Kenapa Jerman? Terbukti negara maju ini menjadi mesin industri dan menguasai nilai ekspor di Eropa. Soal waktu bekerja, pekerja Jerman menikmati pekerjaannya dengan waktu cukup 7 jam dalam sehari, 6 minggu libur nasional dan 6 minggu cuti kerja dengan gaji dibayar penuh. Bandingkan dengan Indonesia, dengan rata-rata waktu kerja 8 jam per hari, 3 minggu libur nasional dan 2 minggu cuti kerja. Teorinya, produktivitas kerja Indonesia lebih baik dari Jerman. Faktanya? Tidak.
Berdasarkan data lembaga dunia Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), produktivitas kerja yang dihitung dengan GDP (PPP) atau Gross Domestic Product (Purchasing Power Parities) skor Jerman sendiri adalah 57.36 per hour worked atau nomor 7 terbaik dunia. Indonesia? bahkan di daftar 60 besar tidak ada. Sedangkan negara ASEAN lainnya, Singapura mampu menempati urutan 22, Malaysia 48 dan Thailand 59.
Mari kita lihat, bagaimana cara orang Jerman bekerja dan mengelola produktivitas kerjanya?
- Jam kerja artinya ya jam untuk bekerja
Dalam budaya Jerman, ketika seseorang bekerja, dia tidak boleh melalukan apapun diluar pekerjaannya. Membuka Facebook, bergosip dengan rekan kerja, berpura-pura sibuk bekerja di depan komputer adalah kebiasaan sosial yang tidak dapat diterima.Zero Tolerance dari perusahaan terhadap karyawan yang bertindak seperti itu. Saat bekerja, karyawan fokus pada pekerjaan mereka masing-masing sehingga produktivitas tinggi tercapai dengan waktu singkat
- Komunikasi langsung tanpa basa-basi
Selain fokus, orang Jerman menyukai pola komunikasi langsung dalam penyelesaian masalah. Dimana orang Indonesia, memilih basa-basi untuk mencairkan suasana dalam pembicaraan. Karyawan di Jerman tidak segan berbicara langsung kepada atasan mengenai tugas yang harus diselesaikan bahkan bertanya sejauh mana performa pekerjaan mereka. Sedangkan atasan memerintah langsung tentang tugas yang harus dikerjakan bawahannya. “Selesaikan pekerjaan ini jam 3 sore” daripada “Gak buru-buru kok, tapi kalau bisa diselesaikan jam 3 sore ya.”
3. Memisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi dengan seimbang
Karena waktu bekerja adalah bekerja, maka orang Jerman mencurahkan perhatiannya pada pekerjaan saat jam bekerja. Pada saat jam istirahat, mereka istirahat dan pada saat pulang mereka pulang tanpa menyempatkan diri untuk hang out atau bersosialisasi dengan rekan kerja. Pada akhir pekan, mereka akan menghabiskan waktu untuk berlibur dengan keluarga dan teman-teman mereka. Mereka menganggap dengan berlibur mereka akan lebih fresh saat kembali ke kantor. Liburan adalah bagian tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Sedangkan kita hanya menganggap liburan sebagai hadiah dari pekerjaan.
- Sedikit Rapat dan Pertemuan
Orang Jerman lebih menekankan kualitas pekerjaan yang dibebankan pada individu, tidak banyak merepotkan orang lain dan mereka akan rapat pada saat benar-benar dibutuhkan, dengan mencantumkan dead line dan Person in Charge terhadap tugas mereka masing-masing. Mereka berorientasi pada rapat yang efektif, efisien tanpa perlu kata-kata pembuka, sambutan dan obrolan ringan yang akan memakan waktu rapat mereka.
- Kualitas lebih penting daripada kuantitas
Orang Jerman lebih mengutamakan kualitas dari hasil pekerjaan yang didapatkan dari fokus dan cara bekerja yang efisien. Mereka beranggapan bekerja lebih lama (work out) tidak menjamin pekerjaan selesai dengan hasil yang baik juga. Anggapan ini didukung oleh teori Lucas Karl Hahn, Student Instructor dari University of California, yang menyatakan produktivitas kerja adalah hasil pekerjaan dibagi dengan waktu yang dibutuhkan. Semakin baik pekerjaan dengan waktu penyelesaian yang singkat maka nilai produktivitas kerjanya akan semakin baik pula. Terlalu lama bekerja akan membuat orang cepat jenuh sedangkan hasil pekerjaannya belum tentu selesai dengan baik. (Ariel Hidayat, Enero, OPI_Corcom)
Sumber:
Paul, Eryn. 2014. Why Germans Work Fewer Hours but Produce more: A Study in Culture. http://knote.com/2014/11/10/why-germans-work-fewer-hours-but-produce-more-a-study-in-culture/
Stansberry Glenn. 2010. Americans consider time to be a factor for more productivity yet Germans manage longer vacations and get equal amount of productivity. https://www.americanexpress.com/us/small-business/openforum/articles/why-germans-have-longer-vacation-times-and-more-productivity-1/
Karl Hahn, Lucas. 2015. How are Germans more productive at work? http://www.quora.com/How-are-Germans-more-productive-at-work
Fadila, Yogie. 2014. Kenapa Orang Jerman Kerjanya Dikit & Liburnya Banyak Tapi Tetap Lebih Produktif? http://www.hipwee.com/sukses/kenapa-orang-jerman-kerjanya-dikit-liburnya-banyak-tapi-tetap-lebih-produktif/?fb_ref=Default
Terdapat 0 komentar
Silahkan tambahkan komentar