Perilaku Tauladan Rasulullah SAW
Sebagai tanda umat muslim yang taat terhadap agama dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, maka pada 16 Januari 2015 seluruh karyawan dan karyawati PTPN X mengadakan perayaan untuk mengenang peristiwa bersejarah bagi umat Islam yakni Maulid Nabi Muhammmad SAW. Sebagai salah satu bagian dari acara ini, terdapat tausiah yang disampaikan oleh KH. Abdurahman Navis, dengan tema besar yakni kerja jujur, kerja cerdas dan kerja tuntas. Dalam tausiah yang disampaikan oleh KH. Abdurahman Navis, banyak pelajaran hidup yang dapat dipetik, salah satunya adalah bagaimana menjadi seorang karyawan dan karyawati yang memiliki perilaku dan tindak tanduk sesuai dengan apa yang telah di ajarkan Nabi Besar Muhammad SAW. Sebagai pembuka tausiah, KH. Abdurahman Navis menyampaikan bagaimana maulid nabi dimaknai dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Pada dasarnya peringatan maulid nabi merupakan sebuah peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mana mulai menjadi suatu kebiasaan di masyarakat pada umumnya sejak tahun 334 H. Saat itu, raja dari sebuah kota di Yordania memulai perayaan maulid nabi dengan tujuan agar rakyatnya mampu terus mengenang dan mencintai Rosulullah SAW. Memang pada zaman Nabi sendiri, tidak ada perayaan yang seperti ini, namun bukan berarti dengan memperingati Maulid Nabi seperti saat ini, masyarakat muslim melakukan bid’ah atau perbuatan yang mengada-ada dan jika dilakukan akan mendapatkan dosa besar. Hal ini karena didasarkan pada niat yang mendasari dibentuknya suatu kebiasaan. Misalnya melakukan peringatan Maulid Nabi yang diisi dengan bersilaturahmi dan sholawat bersama, maka kegiatan ini cenderung akan memberikan manfaat yang besar dan merupakan suatu kebaikan yang agung karena merupakan sebuah ajang peningkatan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.
Penanaman rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW selain melalui bersholawat juga dapat diwujudkan dengan beruapaya untuk lebih mengenal nabi. Hal ini dirasa penting untuk digalakkan pada era modern seperti saat ini mengingat banyak masyarakat yang kurang mengetahui siapa nabinya, karena lebih tertarik dengan dunia yang semakin gemerlap sebagai salah satu dampak dari munculnya globalisasi.
Selain menjelaskan mengenai bagaimana pemaknaan Maulid Nabi dalam kehidupan masyarakat saat ini, KH. Abdurahman Navis juga menyampaikan pentingnya menggalakkan budaya kerja yang sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena pada dasarnya Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh teladan dalam dunia kerja melalui 4 sifat Nabi yakni tabligh (menyampaikan) , siddiq (benar), amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas). Keempat sifat ini diharapkan dapat diimplementasikan ke dalam pola perilaku kerja setiap karyawan PTPN X, sehingga dalam bekerja setiap karyawan mampu memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaan yang tengah diembannya, dan berupaya semaksimal mungkin dalam proses penyelesaiannya. Untuk itu, tiga kunci utama bagi setiap karyawan dalam bekerja adalah kerja jujur, kerja cerdas dan kerja tuntas. Jika ketiga kunci ini dapat dipegang oleh setiap karyawan, maka tidak diragukan, selain melaksanakan perintah Rasulullah dalam bekerja, karyawan tersebut akan memperoleh hasil yang maksimal pula. (Anggresti Firlianita_Unair, OPI_Corcom)
Terdapat 0 komentar
Silahkan tambahkan komentar