Peran Manajer PTPN X dalam Optimalisasi Karyawan sebagai Aset Perusahaan (Bagian II)

Terbit pada Senin, 11 Mei 2015

Program pelatihan dan pengembangan karyawan harus mendapatkan dukungan penuh dari manajemen puncak dalam sebuah organisasi. Dukungan ini harus bersifat konkret dan perlu dikomunikasikan kepada seluruh bagian/unit PTPN X dan diwujudkan dalam bentuk penyediaan sumber daya yang memadai untuk melaksanakan pelatihan dan pengembangan karyawan. Pada dasarnya tanggung jawab utama atas pelatihan dan pengembangan terletak pada manajer lini, mulai dari direktur utama sampai ke jajaran manajemen yang paling bawah. Para manajer pelatihan dan pengembangan lebih banyak berperan dalam penyediaan keahlian teknis yang mereka miliki. Dalam mengadakan sebuah pelatihan, perancang pelatihan perlu dukungan dari berbagai pihak dalam PTPN X. Dukungan ini berupa komitmen para manajer untuk menciptakan suasana kondusif bagi para peserta agar bisa menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh manajer, contohnya: a) Menempatkan karyawan pada jabatan sesuai dengan kompetensinya; b) Memberikan umpan balik secara berkala; c) Mendengarkan keluhan dan masalah yang dihadapi karyawan dan menerapkan apa yang telah dipelajari; d) Memberikan penghargaan atau pengakuan bagi karyawan yang berhasil memenuhi standard kinerja; e) Memberikan sanksi pada karyawan yang tidak menunjukkan kinerja yang diharapkan.

Sedangkan para manajer lini berperan penting dalam pengembangan karyawan. Mereka hendakya mampu mengidentifikasikan masalah atau kesenjangan antara kompetensi atau kualifikasi karyawan dan tuntutan pekerjaan, dan kemudian memikirkan langkah-langkah untuk mengatasinya. Mereka berperan pula dalam pemberian motivasi dan penyeliaan (supervisi). Proses evaluasi dalam setiap program pengembangan juga menuntut keterlibatan aktif semua manajer lini. Peran manajer lini yang utama adalah memberi dukungan terhadap proses belajar dalam pekerjaan. Sedangkan peran utama manajer pengembangan karyawan adalah membantu karyawan dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan, baik yang dilakukan masa kini maupun di masa mendatang, serta membantu mereka untuk mencapai sasaran-sasaran pribadi mereka. Manajer pengembangan karyawan berperan pula dalam perencanaan, implementasi, evaluasi, dan administrasi program pengembangan karyawan. Peran para manajer pengembangan karyawan (HRD professional atau trainer) adalah menganalisis masalah-masalah kinerja, merancang, melaksanakan, mengevaluasi, mengelola, dan/atau mendukung program pelatihan dalam berbagai cara.

Dengan perkembangan terakhir dalam dasawarsa, ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh pihak manajemen. Pertama, kebutuhan pengembangan sumber daya manusia harus terkait secara kuat dengan strategi PTPN X. Kedua, PTPN X mempunyai tanggung jawab moral untuk menyelenggarakan program pengembangan yang akan meminimalkan keusangan kemampuan para karyawan yang dimilikinya. Seorang manajer perlu dibekali dengan tiga jenis kemampuan. Pertama, kemampuan untuk menggunakan prosedur, teknik, dan pengetahuan dalam bidang tertentu (dikelompokkan sebagai technical skills). Kedua, kemampuan untuk memahami, memotivasi, dan bekerja sama dengan orang lain, baik secara individual maupun didalam kelompok (human skills). Ketiga, kemampuan untuk memandang PTPN X secara utuh, memahami interdependensi antar bagian, dan mengantisipasi bagaimana perubahan dalam setiap bagian PTPN X akan mempengaruhi PTPN X secara keseluruhan (conceptual skills). Trias Novita Ellsadayna_Divisi Pemasaran, OPI_Corcom)

Number 20 of The Best 30 LKTI 2015

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar