Peningkatan Kualitas yang Berkesinambungan dengan Penerapan Kaizen di Perusahaan (Bagian I)

Terbit pada Senin, 20 April 2015

Just because we cannot see clearly the end of the road, that is no reason for not setting out on the essential journey. On the contrary, great change dominates the world, and unless we move we change we will become its victims” (John F Kennedy).

 

Pada Perang Dunia II, pada tahun 1944 dan 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom ke Jepang, dan pada tanggal 19 Agustus 1945 Jepang menyerah. Perekonomian Jepang pun terpuruk setelah Perang Dunia II. Amerika Serikat mengirimkan utusannya yaitu Dr. Deming untuk membantu perekonomian Jepang agar bangkit kembali dan terus maju. Salah satu programnya adalah memberikan pelatihan manajemen. Dr. Deming memberikan pelatihan tentang perbaikan mutu secara terus menerus yang dikenal dengan istilah Kaizen. Dan saat ini, perkembangan ekonomi Jepang sangat pesat bahkan kerap kali merepotkan hegenomi Amerika dalam percaturan ekonomi global.   

Belajar dari apa yang sudah dialami Jepang, Jepang telah membuktikan bahwa Negeri Matahari Terbit ini telah berhasil bangkit dari keterpurukan menjadi negara maju. Salah satu bukti nyatanya adalah produk Jepang telah digunakan di seluruh dunia.

Begitu juga dengan perusahaannya. Perusahaan yang tangguh adalah perusahaan yang mau belajar secara kesinambungan, peka terhadap perubahan di luar, dan tujuannya adalah untuk tetap bertahan di pasar ekonomi dan mencapai kepuasan pelanggan.  Kepuasan pelanggan dapat dicapai dengan komitmen manajemen, namun hal itu belum cukup. Perusahaan harus menerapkan manajemen kualitas yang terintegrasi dan melibatkan setiap karyawan dalam perusahaan.

Perbaikan kualitas pada perusahaan salah satunya dapat dilakukan dengan Kaizen. Konsep utama dari Kaizen adalah perbaikan secara berkesinambungan yang melibatkan setiap karyawan baik manajemen tingkat atas sampai karyawan tingkat bawah. Kaizen lebih menekankan kepada proses, bukan kepada hasil. Hasil yang baik berawal dari proses yang baik. Proses yang baik dapat dicapai bila Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat pun memiliki kontribusi terhadap upaya perbaikan secara berkesinambungan melalui saran ataupun ide untuk diterapkan oleh perusahaan. Saran ataupun ide dapat dilakukan di segala bidang, meskipun saran ataupun ide tersebut merupakan hal yang kecil dan sederhana. Umumnya hal yang kecil tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam peningkatan kualitas yang berkesinambungan. Hal demikian selaras dengan sasaran utama dari Kaizen, yaitu menghilangkan pemborosan-pemborosan karena akan menimbulkan biaya-biaya yang akan mengurangi keuntungan perusahaan. Pelanggan juga tidak mau menanggung biaya-biaya yang tidak perlu tersebut. (Ikhwan Krisnadi_Sekper, OPI_Corcom)

 

Number 18 of the Best 30 LKTI 2015

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar