Peningkatan Kinerja PTPN X melalui Pelatihan dan Pengembangan Karyawan (Bagian I)

Terbit pada Senin, 11 Mei 2015

         

           Sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan atau kelompok merupakan elemen terpenting yang mampu membawa organisasi atau perusahaan tersebut mencapai tujuannya. PTPN X akan maju apabila sumber daya manusia di dalamnya dapat dioptimalkan dengan baik. Pengoptimalan SDM bisa dilakukan dengan mengakselerasi kinerja karyawan melalui pelatihan dan pengembangan karyawan. Akselerasi dimulai dari tingkatan manajerial sampai pada staf karyawan.

            Training and development (pelatihan dan pengembangan) dipandang sebagai intisari dari sebuah upaya berkelanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja karyawan PTPN X. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. Pengembangan adalah pemberian kesempatan belajar yang bertujuan untuk mengembangkan individu, tetapi tidak dibatasi pada pekerjaan tertentu pada saat ini atau di masa yang akan datang dan memiliki fokus yang lebih berjangka panjang. Oleh sebab itu, sangat penting bagi PTPN X untuk mulai fokus kepada akselerasi kinerja perusahaan melalui pelatihan dan pengembangan karyawan agar produktivitas PTPN X pun meningkat.

Pelatihan dan Pengembangan SDM

            Para ahli memberikan pengertian yang beragam tentang pengembangan SDM, pelatihan,  dan pengembangan. Mondly dan Noe mendefinisikan pengembangan SDM yang mencakup tidak hanya pelatihan dan pengembangan tetapi juga kegiatan-kegiatan perencanaan dan pengembangan karier individu serta penilaian kinerja. Borgadus mendefinisikan pengembangan SDM sebagai bidang fungsional dari ilmu manajemen sumber daya manusia yang terkait dengan program-program pelatihan, pengembangan, perubahan, dan manajemen kinerja untuk memastikan bahwa orang-orang dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan, akan tersedia pada saat dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan-tujuan organisasi.

            Pelatihan dan pengembangan sendiri dapat dipandang sebagai intisari dari sebuah upaya berkelanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja organisasi. Wexley dan Latham mendefinisikan pelatihan dan pengembangan sebagai upaya terencana oleh sebuah organisasi untuk memfasilitasi karyawannya dalam mempelajari perilaku yang terkait dengan pekerjaan. Istilah perilaku digunakan dalam arti luas, yang meliputi setiap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh karyawan melalui praktik atau pengalaman langsung.

            Tujuan pelatihan adalah agar individu, dalam situasi kerja, dapat memperoleh kemampuan untuk mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan tertentu secara memuaskan. Wexley dan Latham mengatakan bahwa program pelatihan dan pengembangan memiliki satu atau lebih tujuan-tujuan berikut ini, seperti:  1) Meningkatkan kesadaran diri individu; 2)  Meningkatkan keterampilan individu dalam satu bidang keahlian atau lebih; 3)   Meningkatkan motivasi individu untuk melaksanakan tugas atau pekerjaannya secara memuaskan; 4)   Mencegah keusangan keterampilan IPTEK pada semua tingkat dalam perusahaan. Setiap perusahaan berkewajiban membantu para pekerjanya untuk meningkatkan keterampilan berdasarkan minat dan bakat mereka; 5) Mempersiapkan pekerja agar dapat menjalankan tugas atau pekerjaan yang lebih tinggi jenjangnya.  (Trias Novita Ellsadayna_Divisi Pemasaran, OPI_Corcom)

Number 19 of The Best 30 LKTI 2015

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar