Pabrik Bobbin Rutin Lakukan Test dan Konseling HIV untuk Karyawan
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.
Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome ) adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.
Bertujuan untuk mengurangi resiko terkena HIV bagi karyawan dan mengurangi penyebarluasan HIV kepada orang lain, Pabrik Bobbin rutin melaksanakan Tes dan Konseling HIV, bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Arjasa Jember. Tes dan konseling HIV ini menjadi salah satu program SHE (Safety, Health and Environment) di Pabrik Bobbin.
Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Kegiatan ini diikuti oleh 65 orang karyawan setiap bulannya, yaitu karyawan dari tiga Unit Pabrik Bobbin Kebun Kertosari (Bobbin, Cigarillo, dan Sortasi SA). Dimulai bulan Februari 2016, sampai dengan saat ini sudah sekitar 520 orang karyawan dari target 2400 karyawan da karyawati.
Test dan konseling HIV ini lebih diprioritaskan kepada karyawati yang sedang hamil. Sebelum pemeriksaan, karyawan diberi formulir persetujuan dan mendapatkan konseling tentang keberadaan, tujuan, dan kegunaan dari test HIV, apa yang dapat dan tidak dapat diberitahukan dari test HIV, keuntungan serta resiko dari tes HIV serta pengukuran untuk pencegahan dari pemaparan dan penularan HIV.
Tes HIV yang dilakukan berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman atau bakteri tertentu. Tes HIV mungkin akan diulang satu hingga tiga bulan setelah seseorang melakukan aktivitas yang dicurigai bisa membuatnya tertular virus HIV. (Esti_Bobbin, CIN_Sekper)
Terdapat 0 komentar
Silahkan tambahkan komentar