Motivasi Tanpa Batas dengan NLP (1)

Terbit pada Senin, 30 Maret 2015

Motivasi tanpa batas dengan Neuro-Linguistic Programming (NLP) memberikan sudut pandang bahwa memiliki motivasi yang kuat adalah modal yang bagus untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan memberikan langkah demi langkah bagaimana setiap individu mampu menumbuhkan motivasi yang kuat melalui sistem inderawinya.

 

Motivasi adalah modal Anda untuk tetap bisa berjalan dalam mencapai tujuan yang Anda harapkan. Tanpa memiliki motivasi yang kuat, berbagai macam usaha yang Anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut bisa saja gembos di tengah jalan. Bayangkan jika hal itu terjadi pada diri Anda. Anda tidak akan bisa berhasil. Selain itu Anda juga mengalami kerugian di banyak hal. Baik itu tenaga, waktu, pikiran, dan lain sebagainya.

 

Maka menjadi penting bagi Anda untuk bisa mengenali apa saja yang mampu membuat Anda termotivasi atau setidaknya menjaga motivasi Anda tetap kuat sampai tercapainya tujuan. Bayangkan saja Anda berhasil mencapainya. Sangat menggembirakan bukan?

 

Motivasi memiliki kaitan dengan sistem inderawi. Sistem inderawi yang saya maksud adalah panca indera, yaitu : Penglihatan (visual), Pendengaran (auditory), Peraba (kinestetik), Pembauan (olfactory) dan Pengecapan (gustatory). Melalui panca indera itulah Anda mulai memproses informasi yang ada di sekitar Anda. Dari berbagai informasi itulah yang harus Anda jadikan sebagai sumber motivasi. Dengan bantuan dari keilmuan NLP (Neuro Linguistic Programming), Anda bisa menciptakan motivasi yang tanpa batas. Penjelasan secara global tentang apa itu NLP adalah sebuah pendekatan terhadap bagaimana pola kita berkomunikasi secara eksternal dan internal yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri dan dapat juga berfungsi sebagai psikoterapi. Diciptakan oleh Richard Bandler dan John Grinder sekitar tahun 1970.

 

Kita kembali kepada pembahasan informasi dan panca indera. Informasi yang masuk melalui panca indera akan diproses oleh otak yang memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian pikiran dan informasi. Perlu Anda ketahui bahwa semua informasi yang ada akan mengalami beberapa proses. Beberapa proses itu dinamakan sebagai berikut: Distortion, Deletion dan Generalization.

 

Distorsi berarti informasi yang masuk mengalami semacam pengaburan makna. Deletion berarti ada sebagian informasi yang terhapus atau dengan kata lain ada informasi yang hilang saat otak mulai memprosesnya. Generalization berarti informasi itu disamaratakan, dipukul rata. Kemudian setiap apapun yang Anda lakukan selalu merupakan perwujudan dari informasi yang telah terproses.

 

Yang perlu Anda beri perhatian adalah, setiap informasi sifatnya netral. Andalah yang berperan memberikan makna. Jika makna yang Anda berikan salah, maka hasilnya pun akan mengikuti. Jika makna yang kita berikan tepat, demikian juga dengan hasilnya. Hukum sebab akibat.

 

Nah, berkaitan dengan panca indera, apakah Anda sudah mengetahui dimanakah indera yang lebih dominan. Jika Anda belum mengetahuinya, ada sebuah metode yang bisa Anda manfaatkan dan sudah banyak tersebar di internet, yaitu: VAKOG Test. Silakan Anda cari dan kerjakan beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan. Jika Anda sudah mengetahuinya, itu akan mempermudah Anda untuk menumbuhkan motivasi yang kuat. Apakah itu melalui indera penglihatan, pendengaran, peraba, pembauan dan pengecapan.

 

Jika indera penglihatan lebih dominan, maka Anda lebih maksimal menggunakan media yang bersifat visual. Bagaimana jika menggunakan media non-visual? Hasil yang Anda dapatkan bisa dipastikan kurang maksimal. Jika Anda ragu, maka Anda bisa mencoba dan membuktikan sendiri bagaimana perbedaan hasilnya.

 

Saya ambil contoh di dalam lingkup pekerjaan. Buatlah semacam gambar atau film di dalam pikiran Anda. Apakah Anda bisa melihat Pimpinan Anda memberikan semacam senyuman dan pujian? Atau apakah ada sebuah hadiah yang diberikan kepada Anda? Atau mungkin muncul gambaran keluarga Anda mengajak untuk makan malam di tempat favorit. Apapun bisa Anda munculkan selama itu masih dalam konteks visual. Kemudian amati perubahan apa yang terjadi pada pikiran dan tubuh fisik Anda setelah gambaran atau film itu muncul di pikiran Anda.

 

Karena memiliki kaitan yang cukup erat antara sistem inderawi dan motivasi, kini banyak praktisi dunia pendidikan yang memanfaatkan “cara kerja” panca indera untuk memberikan pengajaran yang maksimal terhadap anak didiknya. Bagi mereka yang dominan visual, maka pengajaran banyak memanfaatkan media visual. Bagi yang dominan pendengaran, maka pengajaran akan banyak memanfaatkan media suara. Jadi, pengajaran diberikan sesuai dengan indera apa yang paling dominan dalam menyerap informasi. (Rehandy Prismawan_Enero, OPI_Corcom)

 

Referensi

  1. Home Study Course, “Unstoppable Motivation”, Michael Stevenson.
  2. Gambar diambil dari google dengan kata kunci, internal representation.

 

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar