Menteri BUMN : Kartu Tani Usaha Menuju Swasembada Pangan

Terbit pada Rabu, 31 Agustus 2016

JOMBANG – Swasembada pangan utamanya beras, gula dan jagung menjadi target pemerintahan Presiden Joko Widodo. Presiden meminta BUMN bersinergi membuat program yang bisa merealisasikan mimpi tersebut.

”Dan ini adalah salah satu proses yang mulai menunjukkan hasil ke arah sana. Dimulai dengan Kartu Tani untuk petani tebu,” kata Menteri BUMN, Rini Soemarno saat soft launching Kartu Tani di Pabrik Gula Tjoekir, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (30/8/2016). Mengapa petani tebu? karena pendataan petani lebih mudah sebab terkait langsung dengan pabrik gula.

Dengan Kartu Tani diharapkan semua tersistem rapi. Kartu ini menjadikan industri gula terintegrasi satu sama lain. Para pelakunya sudah terhubung, baik itu petani, pabrik gula, produsen pupuk hingga perbankan.

Rini membeberkan, Kartu Tani memberikan banyak jaminan dan manfaat yang bisa diperoleh petani. Diantaranya kepastian ketersediaan saprotan bersubsidi/ non-subsidi, kemudahan penjualan hasil panen oleh Bulog (off taker) tanpa perantara, kemudahan penerimaan pembayaran hasil panen dari off-taker, kemudahan akses pembiayaan KUR dan menumbuhkan kebiasaan menabung. Selain itu juga untuk mendapatkan program promo BPN serta kemudahan mendapat subsidi dari pemerintah.

Ia menambahkan, dengan kartu ini, pemerintah akan memiliki data base petani yang akurat dan terintegrasi. Pemerintah bisa mengetahui secara detil luas lahan pertanian hingga per petak, waktu panen dan sebagainya.

Itu semua memudahkan pemerintah untuk menyusun program kebijakan, subsidi, dan bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. Data yang jelas dan valid bisa memperkecil celah penyimpangan.

Ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara), Asmawi Syam mengatakan, bagi perbankan, Kartu Tani ini akan memudahkan perbankan dalam mengucurkan bantuan karena lebih terorganisasi oleh asosiasi petani dan PT Perkebunam Nusantara yang membina para petani.

”Bagi petani, kartu itu juga bisa berfungsi jadi kartu ATM, dan bagi perbankan sangat berguna karena bank punya database petani yang bisa  ditawari produk-produk keuangan, seperti asuransi, yang ujungnya kartu ini akan meningkatkan inklusi keuangan,” ujar pria yang juga Direktur Utama BRI itu. (FIR_Sekper, CIN_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar