Menggali Potensi Karyawan Unit Rawat Jalan PT Nusantara Medika Utama melalui Evaluasi Kinerja (Bagian II)
Bagaimana Penerapan Evaluasi Kinerja di Unit Rawat Jalan PT Nusantara Medika Utama?
Evaluasi kinerja yang diterapkan di Unit Rawat Jalan PT NMU menggunakan tolok ukur sebagai berikut: 1) Pencapaian sasaran atau target yang telah dirumuskan dalam rencana kerja (planning) masing-masing klinik; 2) Terlaksananya tugas atau pekerjaan yang terdapat pada uraian tugas (job description) karyawan klinik (dokter, perawat, apoteker dan asisten apoteker, serta administrasi); 3) Tercapainya misi dan tujuan perusahaan.
Dalam pelaksanaan evaluasi kinerja tersebut Unit Rawat Jalan PT NMU melibatkan penilaian dari beberapa sumber, antara lain :
1) Atasan
Yang dimaksud di sini adalah Kepala Unit (Manajer Unit Rawat Jalan). Manajer Unit Rawat Jalan mempunyai kesempatan dan akses yang luas untuk mengamati/menilai prestasi dan menemukan potensi karyawan masing-masing klinik.
2) Karyawan yang bersangkutan
Pekerja adalah orang yang paling tahu apa yang sudah dilakukannya. Baik dokter, perawat, apoteker/asisten apoteker, maupun petugas administrasi klinik berhak melaporkan hasil yang dicapainya dan mengemukakan alasan jika tidak mampu mencapai target.
3) Rekan Kerja
Penilaian yang dilakukan oleh rekan satu tim dalam hal ini karyawan lain di klinik yang bersangkutan dinilai cukup objektif menggambarkan bagaimana individu bekerja. Karena dalam kesehariannya mereka bekerja sama dalam memenuhi tuntutan perusahaan.
4) Bawahan
Anak buah berhak memberikan penilaian terhadap atasan. Dari sini akan nampak gaya kepemimpinan seperti apa yang diharapkan karyawan sehingga mampu menimbulkan suasana kerja yang kondusif dan mendukung karyawan masing-masing klinik untuk mengembangkan potensinya.
5) Pelanggan
Kepuasan masyarakat dalam hal ini sebagai pelanggan/pasien digunakan sebagai ukuran kinerja klinik. “Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien.” (Triatmojo, 2006).
Penilaian yang diterapkan oleh Unit Rawat Jalan PT NMU tersebut dikenal dengan Metode Penilaian 360 Derajat. Yaitu metode yang mengusung mekanisme dimana kinerja seorang karyawan dinilai berdasarkan umpan balik dari setiap orang yang memiliki hubungan kerja dengannya. Umpan balik itu bisa mengungkapkan area-area dimana karyawan menunjukkan kinerja yang sangat bagus dan area-area dimana mereka perlu meningkatkan potensi diri (Adryanto, 2011).
Karyawan menganggap Metode 360 Derajat ini sebagai metode yang fair dan akurat. Mereka merasa lebih nyaman dinilai dari berbagai sudut oleh berbagai pihak, bukan hanya oleh atasan yang dianggap memiliki pengetahuan terbatas mengenai apa yang telah mereka lakukan. Di sisi lain manajer juga akan melihat metode ini sebagai metode yang lebih objektif dan akurat. Mereka mendapatkan umpan balik yang tidak bisa dari sumber-sumber anonim yang mengetahui kinerja anak buah mereka, dengan demikian mereka juga terbebas dari tuduhan melakukan favoritisme (Adryanto, 2011).
Metode ini sangat sesuai diterapkan di Unit Rawat Jalan PT NMU. Mengingat lokasi masing-masing klinik memiliki karakter geografi dan masyarakat yang berbeda, jika mengharapkan penilaian yang objektif dan akurat tidak memungkinkan menggunakan Metode Penilaian Konvensional. Dalam metode ini, penilaian hanya dilakukan oleh atasan saja, dalam hal ini Manajer Rawat Jalan. Perlu masukan dari karyawan yang bersangkutan, rekan kerja, bawahan, dan pelanggan/pasien.(dr. Tri Wijayanti_Klinik MDM PT NMU, OPI_Corcom)
Number 12 of The Best 30 LKTI 2015
Terdapat 0 komentar
Silahkan tambahkan komentar