Menggali Potensi Karyawan Unit Rawat Jalan PT Nusantara Medika Utama melalui Evaluasi Kinerja (Bagian I)
Merupakan tamparan keras bagi suatu perusahaan apabila prestasi kerja dipertanyakan. Tergambarkan adanya keraguan terhadap potensi karyawan dan kinerja yang dimiliki perusahaan tersebut. Persaingan bisnis yang semakin tajam, baik di pasar nasional maupun internasional memaksa perusahaan mengeksploitasi segala potensi yang dimiliki karyawan untuk mendongkrak kinerja perusahaan.
Hal ini dilakukan juga oleh Unit Rawat Jalan PT Nusantara Medika Utama (PT NMU). PT NMU merupakan salah satu anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X yang resmi berdiri 19 Januari 2013. PT NMU membawahkan tiga Rumah Sakit (RS Gatoel Mojokerto, RS HVA Toeloengredjo Pare, RS Perkebunan Jember) dan 17 Unit Rawat Jalan. Unit Rawat Jalan PT NMU terdiri dari 17 klinik yang berlokasi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, yaitu: Klinik Utama Modern Dasa Medika Surabaya, Klinik Rawat Inap Pelayanan Dasar Watoetoelis, Klinik Pratama Nusa Medika (KPNM) Toelangan, KPNM Kremboong, KPNM Gempolkrep, KPNM Djombang Baru, KPNM Tjoekir, KPNM Lestari, KPNM Meritjan, KPNM Pesantren Baru, KPNM Djengkol, KPNM Sumber Lumbu, KPNM Ngadirejo, KPNM Modjopanggoong, KPNM Bondoyudo Jember, KPNM Ajong Jember, dan KPNM Kebun Klaten. Dalam tulisan ini akan dikupas bagaimana menggali potensi karyawan Unit Rawat Jalan sehingga ke depannya dapat mengakselerasi kinerja PT NMU.
Bagaimana Cara Menggali Potensi Karyawan?
Kinerja karyawan sering menjadi kambing hitam buruknya performa suatu perusahaan, sehingga inti pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dewasa ini adalah bagaimana mengelola kinerja karyawan. Kinerja karyawan perlu dikelola secara optimal untuk mencapai tujuan perusahaan, sehingga terbentuk suatu konsep manajemen kinerja. Manajemen kinerja bertujuan memperkuat budaya yang berorientasi pada kinerja melalui pengembangan keterampilan, kemampuan dan potensi karyawan. Manajemen kinerja juga mampu menggerakkan karyawan berpartisipasi aktif mencapai sasaran perusahaan.
Evaluasi kinerja atau penilaian prestasi kerja merupakan bagian dari fungsi manajemen kinerja yang tidak boleh diabaikan. Setiap orang pada umumnya ingin berprestasi dan mengharapkan prestasinya diketahui dan dihargai orang lain. Orang yang berprestasi dan memperoleh penghargaan dari atasan atau masyarakat cenderung berusaha mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya. Evaluasi kinerja adalah cara yang paling adil untuk memberikan penghargaan atau imbalan kepada pekerja (Simanjuntak, 2008).
Jika hasil dari evaluasi kinerja menunjukkan seseorang berkinerja rendah atau dibawah standar yang telah ditetapkan, maka orang yang bersangkutan dan atasannya akan berupaya untuk meningkatkan kinerja tersebut. Dengan demikian manajemen dan karyawan yang dimaksud dapat mengoptimalkan pemanfaatan keunggulan dan potensi yang bersangkutan, serta mengatasi dan mengkompensasi kelemahan melalui program pelatihan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan (Simanjuntak, 2008).
Dari uraian di atas nampak bahwa evaluasi kinerja sebagai tahap akhir dari siklus manajemen kinerja mampu membantu perusahaan untuk menggali potensi karyawan. Karena pada dasarnya semua orang ingin dinilai baik dalam bekerja, sehingga mereka akan berlomba-lomba meningkatkan potensi yang dimiliki. (dr. Tri Wijayanti_Klinik MDM PT NMU, OPI_Corcom)
Number 12 of The Best 30 LKTI 2015
Terdapat 0 komentar
Silahkan tambahkan komentar