Manajemen Berdasarkan Sasaran (Bagian I)

Terbit pada Selasa, 14 April 2015

Karyawan atau Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu kekuatan perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan. Mulai dari karyawan tingkat operasional sampai dengan manajerial adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan untuk mencapai kinerja yang tinggi. PTPN X sebagai pelaku bisnis hendaknya selalu meningkatkan dan menjaga kinerja karyawan agar tetap optimal, karena tanpa keberadaan karyawan bisnis, tidak akan lancar. Karyawan adalah aset yang sangat berharga bagi kemajuan perusahaan, karena tanpa karyawan yang bagus dan berkualitas tidak akan pernah terjadi perusahaan yang besar dan luar biasa.

Untuk menjaga agar performa karyawan terus bagus dan bahkan meningkat, maka perlu ada sebuah Manajemen Kinerja. Istilah manajemen kinerja adalah terjemahan dari performance management. Menurut Ruky (2004), ditinjau dari bunyi kalimatnya, Manajemen Kinerja berkaitan dengan usaha, kegiatan atau program yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh pimpinan organisasi untuk merencanakan, mengarahkan dan mengendalikan prestasi kerja karyawan. Karena program ini mencantumkan kata manajemen, maka seluruh kegiatan yang dilakukan dalam “proses manajemen”  harus dimulai dengan menetapkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, kemudian tahap pembuatan rencana, pengorganisasian, penggerakan/pengarahan dan akhirnya evaluasi atas hasilnya.

 

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh organisasi dengan menerapkan Sistem Manajemen Kinerja yaitu:

  • Dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan, baik secara individu maupun  kelompok, karena disini atasan dan bawahan diberi kesempatan untuk memenuhi aktualisasi diri dalam kerangka pencapaian tujuan perusahaan dengan menetapkan sendiri sasaran kerja dan standar prestasi yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.
  • Peningkatan yang terjadi pada prestasi karyawan secara perorangan pada akhirnya akan mendorong kinerja sumber daya manusia secara keseluruhan yang direfleksikan dalam kenaikan produktivitas.
  • Merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan tujuan meningkatkan hasil karya dan prestasi pribadi serta potensi karyawan dengan cara memberikan umpan balik pada mereka tentang prestasi kerjanya.
  • Membantu perusahaan untuk menyusun program pengembangan dan pelatihan karyawan yang lebih tepat guna. Nantinya diharapkan usaha ini akan membantu perusahaan untuk memunyai pasokan tenaga yang cakap dan terampil yang cukup untuk pengembangan perusahaan di masa depan.
  • Menyediakan alat/sarana untuk membandingkan prestasi kerja karyawan dengan tingkat imbalan/gajinya sebagai bagian dari kebijakan dan sistem imbalan yang baik.
  • Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengeluarkan aspirasinya tentang pekerjaan atau hal-hal yang berkaitan dengannya. Dengan demikian jalur komunikasi dan dialog akan terbuka sehingga dapat diharapkan bahwa proses penilaian prestasi kerja akan mengeratkan hubungan antara atasan dan bawahan.

 

Sistem Manajemen Kinerja yang berorientasi pada output sering juga disebut sebagai Sistem Manajemen Kinerja yang berbasiskan pencapaian Sasaran Kinerja Individu (SKI). Sistem ini memfokuskan pada hasil yang diperoleh atau yang dicapai oleh karyawan. Ruky (2004) menyebutnya sebagai Result Oriented Performance Management By Objective (MBO), sesuai dengan judul tulisan ini maka diistilahkan sebagai  MBS (Manajemen Berdasarkan Sasaran). (Sabar Dwi Komarudin_PG Gempolkrep, OPI_Corcom)

Number 16 of The Best 30 LKTI 2015

 

Posted in Artikel

Terdapat 1 komentar

Tanaman PG GK said on Apr 20, 2015

Yang berkenan dan ada waktu longgar bisa sejenak kunjungi kami di srawoengtanamanpggk.blogspot.com

Artikel ini juga dishare disana

Terima kasih

Silahkan tambahkan komentar