Langkah Sukses Mengelola Stres (Part 3)
Pada artikel “Langkah Sukses Memanajemeni Stres (Part 1)”, saya berjanji untuk menuliskan dan membahas manfaat meditasi. Nah, dalam artikel inilah saya akan membahas apa itu meditasi dan beberapa manfaatnya.
Pada masyarakat luas, meditasi seringkali dikaitkan dengan aktivitas agama atau aliran kepercayaan tertentu. Padahal sesungguhnya meditasi adalah bersifat universal dan bisa diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan tanpa memandang agama atau aliran kepercayaan tertentu.
Meditasi adalah berlatih untuk mengembangkan kesadaran kita. Seperti yang banyak dikatakan oleh para praktisi pemberdayaan diri berskala nasional maupun internasional, hidup itu adalah disini dan saat ini. Masa lalu sudah berlalu dan masa depan masih misteri.
Faktor terbesar yang menyebabkan stres adalah pikiran kita sendiri. Pikiran kita bersifat dinamis dan cenderung liar kalau saya boleh mengatakan. Meditasi adalah suatu latihan untuk kita bisa berdamai dengan pikiran kita sendiri sehingga peluang untuk mengalami stres menjadi kecil dan bahkan kita menjadikan stres tersebut sebagai sarana untuk memberdayakan potensi diri yang kita miliki.
Dikatakan bahwa dunia pekerjaan itu rawan dengan tekanan. Apabila kita tidak bisa memanajemeninya akan berujung pada kondisi stres. Dunia pekerjaan adalah tempat dimana kita mencari penghidupan untuk diri kita dan keluarga kita, bukankah begitu? Anda tentu bisa bayangkan jika anda mengalami stres di pekerjaan anda, apakah anda merasa periuk nasi anda terancam?
Stres yang berlebihan akan membuat kita menjadi depresi, dan tentunya pola pikir dan perilaku kita akan terbelenggu. Sehingga akibatnya, kreativitas serta produktivitas kita di dalam bekerja juga akan terganggu. Bukankah itu mengancam periuk nasi kita?
Solusi itu sudah ada bersamaan dengan problem yang muncul. Tetapi kita yang kurang bisa melihatnya dengan jernih, khususnya pada saat kita mengalami kondisi stres. Nah di dalam artikel ini saya berbagi tentang tips sederhana tentang meditasi untuk menjernihkan pola pikir kita. Sehingga kita mampu melihat situasi lebih tenang dan jernih dan harapannya bisa melihat solusi yang terbaik.
Ada berbagai macam jenis meditasi, mulai dari level pemula hingga yang mahir. Namun, yang saya tuliskan di artikel ini adalah meditasi yang mudah untuk dilakukan baik itu oleh level pemula sekalipun.
Nama tekniknya adalah meditasi nafas, atau breathing meditation. Teknik ini sudah banyak dibahas oleh para pakar personal development maupun para meditator. Salah satu yang membahas dan mengembangkan teknik ini adalah Thich Nath Hanh, seorang biksu dari Vietnam yang diakui oleh seluruh tokoh dunia sebagai tokoh perdamaian.
Caranya cukup mudah, hanya dengan mengamati pola nafas yang kita lakukan. Sama seperti nama tekniknya.
Kita ambil posisi duduk yang nyaman dan rileks untuk diri kita sendiri. Tulang punggung tegak akan jauh lebih baik. Mari kita mulai...
Saat kita menarik nafas, lakukan dengan perlahan-lahan dan rasakan setiap aliran udara yang masuk melalui hidung kita. Seiring dengan masuknya aliran udara tersebut, katakan dalam hati “aku menghirup nafas”. Tahan beberapa saat atau 3 hitungan, dan kemudian hembuskan secara perlahan melalui mulut. Rasakan aliran udara yang keluar dan katakan “aku menghembuskan nafas”. Tahan beberapa saat sebelum anda mulai menghirup nafas lagi. Lakukan proses ini selama 1 menit. Jika anda semakin nyaman, anda bisa lakukan teknik ini selama yang anda inginkan.
Hampir semua orang yang melakukan teknik ini, menjadi lebih tenang dan rileks. Pola pikir yang tadi seakan menekan dan buntu, menjadi lebih tenang dan bisa melihat segala sesuatu menjadi lebih jernih. Anda tidak harus percaya dengan apa yang saya tuliskan baru saja, anda hanya perlu melakukannya dan merasakan sendiri manfaat positif dari latihan ini.
Demikianlah, dengan melakukan latihan tersebut, anda akan merasakan perubahan positif dalam diri anda. Sekalipun anda berada dibawah tekanan, yang menyebabkan pikiran anda terasa buntu. Teknik meditasi nafas ini akan membantu anda untuk kembali berpikir dengan tenang dan jernih. (Rehandy Prismawan_Enero, OPI_Corcom)
Referensi:
Ebook karya Thich Nath Hanh, “ Peace is Every Breath”
Terdapat 0 komentar
Silahkan tambahkan komentar