Kewajiban Menuntut Ilmu

Terbit pada Rabu, 14 Januari 2015

Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm" yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan sebagainya.

 

Dari etimologi di atas bisa disimpulkan bahwa ilmu bukan hanya mempelajari ilmu baru, tapi juga harus berguna untuk perkembangan manusia. Bukanlah ilmu jika sebuah pengetahuan hanya untuk kepentingan pribadi dan tidak berguna bagi manusia lainnya. Manusia secara kodratnya bisa bertahan di atas bumi ini karena ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Nabi Adam as ketika diturunkan pertama kali ke bumi adalah untuk mengenali apa yang ada di atas bumi, dan ilmu pengetahuan tersebutlah yang menjadikannya dan keturunannya bertahan dari kehidupan bumi yang ekstrem.

 

Selanjutnya tantangan hidup manusia yang semakin kompleks menuntut manusia meng-update pengetahuannya. Dari situlah selalu muncul inovasi-inovasi baru untuk menyelesaikan masalah tersebut. Seperti kita tahu bahwa sebuah inovasi dibuat tidak pernah dari sesuatu yang benar-benar baru. Manusia hanya merekayasa apa yang sudah ada menjadi semakin sempurna untuk menunjang kemampuan mereka beradaptasi. Ilmu pengetahuan adalah keselamatan untuk seluruh kehidupan manusia, tanpa itu semua yang hanyalah nafsu dan kemungkaran.

 

Manusia pra sejarah hanya menggunakan 1% dari fungsi otaknya untuk berpikir sedangkan manusia modern menggunakan 20% fungsi otak. Bayangkan hanya dengan 20% saja manusia sudah bisa membuat semua kecanggihan yang kita lihat sekarang. Gedung bertingkat, tambang yang dalam, pesawat, kapal, dan teknologi internet yang tak bisa dipungkiri sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Fisik manusia yang tak sempurna dan terbatas membuat tujuan hidup manusia bukan lagi pemenuhan kebutuhan fisik tapi transfer ilmu atau mengalihkan pengetahuannya kepada orang lain. Sama seperti sel-sel dalam tubuh kita yang sudah mati, dia akan mengirimkan terlebih dahulu struktur hidup dan DNA (Deoxiribo Nucleic Acid) kepada sel pengganti, sehingga manusia bisa bertahan hidup. Dari uraian ini maka sebenarnya hakikat hidup manusia hanya untuk memindahkan ilmu pengetahuan yang satu ke yang lain, agar generasi selanjutnya bisa bertahan. Isacc Newton atau Albert Einstein bisa saja meninggal tapi fungsi hidup mereka masih berjalan karena pengetahuan yang mereka temukan, mereka bagikan kepada generasi setelah mereka.

 

Dalam Al Quran surat At Taubah ( surat ke 9 ) ayat ke 122 dinyatakan tentang pentingnya ilmu pengetahuan “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” Dari surat itu kita bisa tahu bahwa kedudukan orang yang mencari ilmu diatas orang-orang yang memiliki keutamaan yaitu yang berjihad di jalan Allah. Disitulah keutamaan ilmu pengetahuan dan orang yang menuntut ilmu. secara spiritual inilah yang mendasari bahwa kitab-kitab yang notabene ilmu pengetahuan adalah mukjizat sepanjang masa dari para Rasul Allah. Taurat lebih hebat dan kekal dibanding laut merah yang terbelah, Zabur lebih mulia dan dikenal dibanding penaklukan Daud (David) kepada Jalut (Goliath), Injil lebih menjadi panutan dari pengikut Isa Almasih daripada peristiwa turunnya makanan dari langit, dan Al Quran menjadi sumber kekuatan dan pengetahuan umat Islam bahkan jika dibandingkan dengan perjalanan Isra’ Mikraj yang luar biasa sekalipun.

 

Kesimpulannya adalah sudah menjadi kodrat manusia bahwa hakikat hidupnya hanyalah untuk menuntut ilmu, dan dari ilmu itulah manusia bisa bertahan dan bisa berjalan diatas bumi. Kemudian secara spiritual menuntut ilmu adalah ajaran utama dari agama-agama besar di dunia. Lalu yang terakhir, ilmu pengetahuan hanyalah sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi manusia bukan yang mendatangkan keburukan (kemudharatan). Dari semua ulasan tersebut, tentu sudah jelas kenapa kita harus menuntut ilmu, bukan lagi kewajiban tapi adalah jalan hidup yang seharusnya kita tempuh. (M. Syaiful Rizal_IT, OPI_Corcom)

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar