Host-to-host Agar Kartu Tani Tak Sekedar Kartu

Terbit pada Jumat, 9 September 2016

Kartu Tani yang dibagikan kepada para petani tebu untuk memenuhi harapan terwujudnya swasembada gula perlu dimanfaatkan secara maksimal agar tidak hanya menjadi sebuah kartu belaka. Kemudahan proses pencairan Uang Muka Tebu Tertimbang (UMTT), pinjaman kredit, serta keperluan perbankan lainnya berusaha diwujudkan melalui Kartu Tani. Dengan demikian, dibutuhkan sistem yang mampu memudahkan petani, baik untuk mengakses dana maupun urusan perbankan lainnya secara cepat tanpa perlu menunggu berhari-hari seperti yang biasa dilakukan sebelumnya.

Hal inilah yang mendasari upaya penerapan sistem host-to-host. Sistem  tersebut merupakan suatu proses pengoperasian data antara pihak PTPN X dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) agar mampu sinkron secara otomatis tanpa harus di-input lagi oleh petugas PG ataupun BRI. Dalam upaya tersebut, pihak BRI dan PTPN X mengadakan pertemuan untuk membahas lebih lanjut hal-hal apa saja yang diperlukan dalam menerapkan sistem host-to-host. Pertemuan yang diadakan di Kantor Direksi pada Kamis (8/9) tersebut dihadiri oleh pihak BRI Pusat dan Kanwil Surabaya serta pihak PTPN X, yakni Direktur SDM dan Umum, Sekretaris Perusahaan, serta tim IT PTPN X.

“Biasanya diperlukan waktu kurang lebih 15 hari untuk proses input data Kartu Tani, jadi dengan host-to-host diharapkan proses tersebut dapat diselesaikan secara otomatis dan cepat, sehingga dapat memudahkan para petani tebu kita dalam menerima manfaat kartu tani”, ungkap Adi Santoso, Sekretaris Perusahaan PTPN X.

Terdapat tiga poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut.  Pertama, transfer data Kartu Tani dari BRI ke PTPN X secara host-to-host tanpa input data yang memerlukan waktu berhari-hari. Kedua, tujuan pengembangan pencairan UMTT secara host-to-host dengan BRI. Terakhir, yakni pembentukan skema terkait program kredit apa yang sesuai dengan petani dan diatur oleh sistem host-to-host.

Djoko Santoso, selaku Direktur SDM dan Umum menegaskan, “Pembentukan skema kredit khusus untuk petani tebu disertai dengan pengawasan oleh sistem memang sangat dibutuhkan oleh PTPN X”.  Menindaklanjuti hal tersebut, maka setiap pemberian kredit yang telah terbentuk dari skema akan dicocokkan dengan progres pekerjaan budidaya di lapangan. Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya sistem host-to-host, pemberian kredit kepada petani akan lebih tepat sasaran. (Irtanty_Univ Brawijaya, CIN_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 1 komentar

radja_in said on Sep 14, 2016
mbaknya cantik ya

Silahkan tambahkan komentar