Mikoriza, Agen Hayati Tanaman Tembakau PTPN X

Terbit pada Jumat, 30 Desember 2016

Mikoriza berasal dari kata myco yang berarti jamur dan rhizo yang berarti akar. Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara simbiosis pada sistem perakaran tanaman. Pertumbuhan mikoriza pada akar tumbuhan bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan unsur hara dan air serta dapat melindungi tembakau dari beberapa jenis penyakit. Secara alamiah, akar tanaman tembakau sudah ditumbuhi mikoriza namun dengan jumlah yang sangat sedikit. Jenis mikoriza pada akar tembakau di setiap daerah berbeda-beda bergantung pada jenis tanah pada wilayah tersebut. Khusus mikroriza pada akar tembakau di Kabupaten Jember berjenis Glomus sp. Menurut Yulianitha (2012), beberapa karakteristik dari Glomus sp. yaitu hanya memiliki satu jenis dinding spora yang berwarna merah sampai cokelat, Permukaan dinding spora halus tanpa dan berjumlah satu, serta seluruh lapisan yang ada pada dinding spora berasal dari dinding hifa (benang) pembawa. Terbatasnya jumlah mikoriza pada akar tanaman tembakau cukup mempengaruhi pertumbuhan tembakau sehingga mikoriza perlu dibudidayakan khusus agar sistem perakaran pada tanaman tembakau bekerja lebih baik.

Salah satu metode yang bisa diterapkan untuk perkembangbiakan mikoriza adalah menggunakan media tanam dengan batuan zeolit. Batu zeolit yang berbentuk granula memiliki kondisi unsur hara yang sesuai sehingga sangat cocok untuk perkembangbiakan mikoriza. Selain granula zeolit, akar tanaman jagung yang berbentuk serabut juga digunakan sebagai tempat menempelnya mikoriza.

Proses perkembangbiakan khusus jamur mikoriza dilakukan beberapa tahapan yaitu mulai dari tahap ekplorasi dan dilanjutkan dengan tahap pemeliharaan. Pada tahap ekplorasi, langkah awal yang dilakukan adalah mengambil sampel mikoriza yang secara alamiah menempel pada tanaman tembakau dan ditempelkan pada akar jagung. Selanjutnya adalah membuat media tanam dengan dasar granula zeolit yang sebelumnya telah diberikan pupuk fosfat. Tanaman jagung yang akarnya telah tertempel spora mikoriza kemudian ditanam pada media granula zeolit. Jarak antar tanaman selebar 5 cm. Berikutnya adalah tahap pemeliharaan yaitu tanaman dipelihara dengan pemberian air setiap hari dan pemberian pupuk majemuk mikro setiap dua minggu sekali sampai 2 bulan. Setelah dua bulan berlangsung, tanaman jagung dibiarkan tidak disiram dan tidak diberi pupuk selama 1 bulan agar terbentuk biji spora yang tertempel pada granula zeolit. Granula zeolite yang sudah mengandung mikoriza tersebut kemudian dipindahkan dan digunakan sebagai media tanam pada tahap pembibitan serta penanaman pada lahan tanaman tembakau. (Mohamad Wawan S._Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Referensi:

Yulianitha, Nurhidayati,  Trisnawati, 2012. Komposisi Jenis Mikoriza dari Perakaran Tembakau (Nicotiana Tabaccum) di Desa Bajur dan Orai Pamekasan Madura.  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. 

 

 

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar