The Big Picture Of Communication

Terbit pada Rabu, 10 Agustus 2016

 

 

Jika terdengar sebuah kata, ‘Komunikasi’, apa yang muncul di dalam benak seseorang? Mayoritas mungkin akan mengatakan komunikasi adalah sebuah percakapan atau obrolan.

Sedangkan arti komunikasi itu sendiri dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ‘pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami’.

Pesan yang dimaksud tersebut dapat melalui media apapun. Karena itu perlu dipahami, bahwa setiap individu memiliki cara berkomunikasinya masing-masing.

Bagaimana cara kita berkomunikasi?

Secara garis besar dibagi menjadi tiga cara: Lisan, Tulisan & Gestur Tubuh. Menurut Train In A Day Training, sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengembangan manajemen, penjelasan tiga cara tersebut adalah:

  1. Lisan atau spoken.

Dalam cara ini terbagi menjadi dua, verbal dan paraverbal. Verbal adalah apa yang kita sampaikan. Sedangkan paraverbal adalah bagaimana cara kita menyampaikannya.

  1. Tulisan atau written.

Komunikasi dapat terjadi melalui tulisan. Contohnya: Email, Fax, SMS, Chat, Brosur, Buku dan segala media yang menggunakan tulisan.

  1. Gestur tubuh atau  non-verbal.

Gestur tubuh ini melengkapi cara kita berkomunikasi dengan lisan atau spoken. Seperti contohnya: Anggukan kepala, Posisi duduk, Posisi tangan, Sorot mata dan sebagainya.

Indikator komunikasi itu berlangsung dengan baik adalah pesan tersebut dapat tersampaikan dan dipahami dengan baik oleh kedua belah pihak, baik sang pemberi pesan maupun sang penerima pesan.

Nah, supaya komunikasi itu berlangsung dengan baik, perlu dipertimbangkan tiga hal berikut: Method, Mass & Audience.

Method

Adalah hal yang penting saat berkomunikasi. Karena metode yang kita gunakan dapat memberikan efek pada pesan yang hendak kita sampaikan. Apakah kita akan menyampaikan pesan itu melalui telepon, presentasi, email atau sejenisnya.

Mass.

Berapa banyak orang yang akan kita berikan pesan dalam satu waktu. Individu ataukah grup dalam jumlah kecil maupun besar. Hal ini juga menjadi penentu metode apa yang paling tepat untuk diaplikasikan.

Audience.

Bagaimana kualitas penyerapan pesan audiens kita. Apakah mereka dapat dengan mudah menyerap pesan yang kita sampaikan? Apakah mereka memiliki pengetahuan tentang pesan yang kita sampaikan?

Setelah membaca bagaimana cara kita berkomunikasi dan hal-hal apa saja yang menjadi faktor terjadinya komunikasi yang baik, selanjutnya adalah sebenarnya apa pengaruh yang akan terjadi jika komunikasi itu terjalin dengan baik.

  1. Komunikasi yang baik dapat menurunkan level stress kita. Bayangkan saja jika apa yang kita komunikasikan ternyata ditangkap berbeda sehingga menimbulkan akibat yang sebenarnya tidak kita inginkan. Bukankah itu dapat menambah level stress kita?
  2. Komunikasi yang baik dapat mempererat hubungan kita dengan keluarga, teman bahkan sampai dengan relasi kerja.
  3. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan produktivitas. Seandainya seorang atasan dapat memberikan arahan dan ditangkap oleh bawahannya dengan baik, sehingga instruksi kerja benar-benar berjalan dengan baik. Bukankah hal itu akan menjadi satu faktor yang dapat meningkatkan produktivitas dalam bekerja?
  4. Komunikasi yang baik dapat dijadikan sebagai jembatan pencarian solusi bagi suatu masalah.

Disarikan dari ‘Communication Skill Strategies’, online course dari Train In A Day Training.

 

---

Rehandy Prismawan

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar