PTPN X Sukses Terapkan Program Kajian T-200

Terbit pada Senin, 16 Juli 2018

Tebang Perdana di Kebun Kendal dengan Produktivitas 180 Ton/Ha

SURABAYA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X terus berupaya meningkatkan kinerjanya, baik di sisi on farm maupun off farm. Salah satu upaya di sisi on farm yakni peningkatan produktivitas melalui program Kajian T-200, yaitu penerapan demoplot guna mencapai 200 Ton tebu/Ha. Pada Masa Tanam 2017/2018 program Kajian T-200 telah diterapkan di 24 kebun yang tersebar di 10 pabrik gula PTPN X, dengan total luasan 209,675 Ha. Program Kajian T-200 ini dilatarbelakangi adanya keterbatasan lahan pengembangan sehingga intensifikasi budidaya tebu mutlak dilakukan.

“Melalui program Kajian T-200 ini beberapa sasaran yang akan kami capai adalah terwujudnya regrouping areal, penerapan teknologi mekanisasi, dan tentu saja pencapaian produktivitas 200 Ton/Ha,” terang Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X.

Dengan adanya regrouping areal, pengelolaan kebun akan menjadi lebih intensif dan terkontrol, sehingga produktivitas kebun dapat tercapai dengan optimal. Sedangkan untuk teknologi mekanisasi, PTPN X telah menerapkan mekanisasi untuk pengelolaan kebun, mulai dari pembukaan lahan hingga tebang muat.

Dalam penerapan program ini, PTPN X selalu berfokus pada tiga hal, yaitu waktu tanam, penerapan regrouping, dan pengelolaan sistem air yang baik. Ketiga hal ini yang membuat program Kajian T-200 PTPN X berhasil. Keberhasilan ini ditandai dengan tebang perdana di Kebun Kendal, PG Watoetoelis, Sidoarjo pada Sabtu (23/06). Hasil analisa pendahuluan pada tebu dengan varietas BL (Bululawang) di Kebun Kendal tersebut diperoleh angka Brix rata-rata sebesar 18,62% dengan rendemen potensi sebesar 10,56%. Sedangkan untuk produktivitas Kebun Kendal telah mencapai 180 Ton/Ha.

Ke depannya, program Kajian T-200 akan terus dikembangkan oleh PTPN X menuju program P10H. Program P10H merupakan upaya untuk mencapai hablur 10 Ton/Ha. Guna menyukseskan program P10H ini, PTPN X akan fokus untuk melakukan penataan pola tanam, pemilihan varietas, pengaplikasian pupuk, hingga pengelolaan tata air, manajemen tebang angkut sehingga mampu memenuhi standar MBS (Manis, Bersih, dan Segar).

“Kami harap dengan adanya program P10H dapat meningkatkan gairah petani untuk menanam tebu secara intensif, yang berujung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani tebu,” tambah Dwi.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan tanam perdana di Kebun TR Kalimati, PG Watoetoelis, Sidoarjo. Varietas tebu yang ditanam adalah PS 862 sejumlah 4 Ha dan PS 881 Ha sebanyak 4,6 Ha.

Posted in Press Release

Terdapat 0 komentar