PTPN X Gelontorkan 700 Ton Gula untuk Operasi Pasar di Jatim

Terbit pada Senin, 30 Mei 2016

Harga Gula Diharapkan Kembali Normal pada Bulan Ramadan

SURABAYA, MEI 2016 – PT Perkebunan Nusantara X menggelontorkan 700 ton gula untuk keperluan operasi pasar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Operasi pasar yang digelar bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya ini diharapkan bisa segera mengoreksi harga gula menuju level normalnya di kisaran Rp12.000 per kilogram. Gula untuk operasi pasar tersebut dijajakan di level harga Rp 11.750 per kilogram.

Direktur Pemasaran dan Perencanaan Pengembangan PTPN X M. Sulton mengatakan, 700 ton gula untuk operasi pasar tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan 16 kabupaten/kota di Jawa Timur. Antara lain untuk Kabupaten Sidoarjo, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Jombang, Kota dan Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Blitar. Selain itu, untuk Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

”Dengan gerojokan 700 ton gula ini, kami berharap harga gula bisa kembali normal saat memasuki bulan Ramadan. Ini merupakan bagian dari upaya mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat tidak tergerus, terutama di bulan Ramadan, sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo,” ujar Sulton.

Sulton menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk terus memonitor pergerakan harga gula. Alokasi untuk operasi pasar akan ditambah dengan melihat perkembangan pergerakan harga gula di pasar. ”700 ton ini untuk awal, kami masih menunggu bagaimana reaksi pasar selanjutnya. Prinsipnya, kami siap menambah alokasi untuk operasi pasar sesuai hasil sinergi dengan pemerintah. Gula bakal langsung digelontorkan di pasar-pasar tradisional dan tempat penjualan strategis yang bisa dijangkau rakyat. Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” paparnya.

 

Sulton optimistis harga gula bakal kembali terkoreksi ke level normal di kisaran Rp12.000 per kilogram. Perpaduan strategi operasi pasar dan produksi gula yang sebentar lagi akan berlimpah diyakini bisa segera menurunkan harga gula yang sempat melambung di level Rp15.000 per kilogram.

 

Saat ini, sambung Sulton, 10 pabrik gula di PTPN X telah memulai giling tebu alias masa produksi. Beberapa pabrik gula besar milik PTPN X seperti PG Ngadiredjo, PG Pesantren Baru, dan PG Gempolkrep bahkan sudah mulai menggiling tebu sejak pertengahan Mei 2016 lalu. Tahun ini, PTPN X sendiri menargetkan produksi gula sebesar 504.326 ton gula.

Mulainya giling pabrik-pabrik gula tersebut akan mampu mengimbangi kenaikan permintaan gula yang selalu terjadi pada bulan Ramadan mulai awal Juni mendatang. ”Permintaan gula yang selalu naik saat Ramadan akan diimbangi dengan kenaikan pasokan karena pabrik gula kami mulai berproduksi. Ditambah dengan strategi operasi pasar yang digerakkan bersama pemerintah, harga gula diyakini bisa segera turun,” ujarnya.

Sulton menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pasokan atau stok gula saat Ramadan karena produksi akan berlimpah setelah pabrik-pabrik gula mulai giling tebu. ”Permintaan gula pasti naik memasuki Ramadan karena berbagai keperluan konsumsi masyarakat, baik untuk konsumen rumah tangga, restoran, penjual kuliner skala kecil-menengah, dan sebagainya. Itu siklus tahunan. Tapi tidak perlu khawatir stok habis karena pasokan akan berlimpah. Faktor psikologis pasar ini akan dijaga karena juga ikut menentukan pergerakan harga,” pungkas Sulton. 

Posted in Press Release

Terdapat 0 komentar