Obat Antidiabetes (Okra di Mata Dokter dan Pakar)

Terbit pada Jumat, 11 Nopember 2016

Okra pangan yang potensial sebagai obat antidiabetes

Bapak kedokteran modern, Hippokrates (460 – 370 SM), mengungkapkan jadikan makanan sebagai obatmu. Sepiring masakan okra adalah obat beragam penyakit. Selama ini komoditas berjuluk jari lentik itu sohor sebagai sayuran. Namun, riset dan pengalaman empiris membuktikan bahwa daun okra Abelmoschus esculentus juga berkhasiat obat. Hanya 2 jam setelah pemberian ekstrak daun okra, kadar gula dalam darah pun turun.

Itulah riset Uray Mita Desthia dari Jurusan Farmasi Universitas Islam Bandung. Desthia membuktikan, 22,4 mg ekstrak daun bendi – nama lain okra – per 20 g bobot tubuh mencit manjur menurunkan kadar glukosa darah. Bagaimana komentar para murid Hippokrates terhadap Okra

dr. Arijanto Jonosewojo SpPD-FINASIM, Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur

Pada dasarnya konsumsi semua sayuran menyehatkan karena rendah kalori dan tinggi serat. Konsumsi okra pun sama, karena mengandung serat tinggi, kalori rendah. Selain itu keunggulan lain okra yaitu indeks glikemik (angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan, red) rendah cuma sekitar 20. Adapun kandungan kalori sekitar 30 kalori per 100 g.

Keunggulan itu membuat sayur okra bisa mengurangi penyerapan tubuh dari gula dan lemak. Jika penyerapan gula rendah pasti gula darah menurun. Demikian pada penyerapan lemak yang rendah, bisa mengurangi penyerapan kolesterol. Okra bukan untuk obat tetapi sebagai makanan kesehatan. Oleh karena itu jangan menungu sakit, baru konsumsi okra atau minum rebusan okra.

Penekanannya okra sebagai pencegah sakit, agar tidak mengidap diabetes mellitus dan tidak hiperkolesterol. Namun, jika terlanjur sakit bisa untuk memperbaiki penyakitnya. Itu dengan catatan tetap minum obat standar dan ketika dia makan okra bisa mengurangi obat standar. Hal lain yang menarik dari okra adalah bisa untuk membantu mencegah gagal ginjal akibat komplikasi penyakit akibat hipertensi dan diabetes mellitus. Proses mengurangi komplikasi tidak bekerja langsung.

Gagal ginjal biasanya akibat komplikasi dari hipertensi dan diabetes mellitus. Konsumsi okra secara rutin bisa memperbaiki kesehatan salah satunya fungsi ginjal. Secara garis besar sayur okra tinggi serat plus mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan itu bisa memperbaiki fungsi metabolisme baik untuk penderita diabetes, kolesterol tinggi, atau pun hipertensi.

Prof Dr H Hendro Sudjono Yuwono dr SpBV Dokter spesialis bedah vaskuler Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat

Okra memiliki banyak kegunaan bagi kesehatan manusia. Walau sebenarnya sama dengan tanaman sayuran lain, ada kelebihan okra untuk penderita diabetes mellitus. Sesuai saran Hippokrates pada ratusan tahun lalu agar menjadikan makanan yang kita konsumsi sehari – hari sebagai obat. Kebanyakan yang digunakan sebagai obat adalah produk nabati, jarang produk hewani digunakan sebagai obat.

Diabetes atau penderita diabetes mellitus harus memiliki pola makan vegetarian. Karena kandungan nabati itulah yang nantinya memperbaiki fungsi pankreas. Diabetes akibat rusaknya fungsi pankreas yang tidak bisa menghasilkan hormon betainsulin sehingga tidak bisa mengurai gula dalam darah. Jika ditambah dengan konsumsi makanan yang tidak baik (daging dan protein hewani lain) berimbas menjadi peradangan, infeksi kulit, hingga masalah di pembuluh darah.

Okra bisa membantu memulihkan kondisi diabetasi. Namun, harus diperhatikan pula pola makan. Jika dibarengi dengan konsumsi yang bersifat hewani tentu makanan nabati khasiatnya tidak akan terlalu terlihat. Konsumsi okra sebaiknya juga dibarengi dengan pola hidup vegetarian agar khasiatnya lebih optimal untuk memulihkan kondisi kesehatan para diabetasi.

Prof Dr dr Nurpudji Astuti Daud MPH SpGK Dokter spesialis gizi klinis, Rumah Sakit dr Wahidin, Makassar, Sulawesi Selatan

Okra merupakan tanaman kaya protein dan serat. Kandungan minyak pada biji okra sebesar 40%. Minyak biji okra kaya akan asam lemak tak jenuh seperti asam oleat dan asam linoleat. Buah okra mengandung protein sebesar 3,9% dan lemak 2,05%. Energi di dalam 100 gram buah okra 40 kkal. Mineral di dalam buah okra adalah kalium (6,68%) dan fosfor (0,77%). Okra termasuk salah satu jenis sayuran yang mengandung serat, vitamin, mineral, serta berperan sebagai antioksidan.

Selain kaya serat okra juga mengandung glutation. Serat yang dikandungnya membantu mencegah terjadinya konstipasi, obesitas, hiperkolesterolemia, dan menurunkan risiko terjadinya kanker kolon. Dengan melihat fungsi dan peranan okra sebagai sayuran tinggi serat rendah kalori, penderita diabetes bisa saja tidak melakukan suntikan insulin atau minum obat antidiabetes.

Alasannya okra memiliki indeks glikemik (GI) rendah yaitu 20 sehingga aman untuk penderita diabetes. Adapun gula berindeks glikemik 100 sehingga tidak baik bagi penderita diabetes mellitus. Selain itu buah okra kaya serat larut dapat memperlambat proses pencernaan (pengosongan lambung), sehingga mengurangi efek dari karbohidrat dalam meningkatkan gula darah.

Prof Dr Ali Khomsan Guru besar Gizi Masyarakat di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat

Dilihat dari kandungan yang kaya serat, okra sayuran kaya faedah. “Kandungan berupa alfaselulosa dan hemiselulosa (serat kasar) yang tinggi sangat baik untuk pencernaan. Kandungan serat yang tinggi juga bermanfaat untuk memperbaiki kondisi penderita kolesterol dan sakit jantung. Sayuran yang tinggi serat cocok untuk penderita diabetes mellitus. Rata – rata sayuran kaya serat memiliki indeks glikemik rendah.

Artinya tidak mudah berubah atau cepat berubah menjadi glukosa dalam tubuh. Para diabetasi disarankan untuk mengonsumsi okra yang tinggi serat. Okra sebagai herbal atau obat perlu penelitian lebih lanjut mengenai senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Salah satunya kandungan yang bermanfaat bagi tubuh adalah antioksidan. Jika kandungan antioksidannya tinggi maka bisa dimanfaatkan lebih lanjut bukan hanya sebgai pangan kaya serat tetapi sebagai obat tradisional. (Muhammad Fajar Ramadhan/ Peliput: Bondan Setyawan)

Sumber:

Ramadhan, M, (2016), Okra Atasi Diabetes, Depok: PT Trubus Swadaya

http://mitratani27.co.id/informasi/obat-antidiabetes-okra-di-mata-dokter

Posted in Berita

Terdapat 0 komentar