Menemukan Solusi Permasalahan Dengan Teknik IDEA!

Terbit pada Rabu, 10 Agustus 2016

Masalah atau bukan, semuanya hanya bergantung dari sudut pandang pikiran kita saja. Setiap kejadian sifatnya adalah netral. Kitalah yang memberikan pemaknaan terhadap kejadian itu.

Nah, jika kita sudah terlanjur memberikan 'cap' bahwa kejadian itu adalah masalah, maka kita bisa menyederhanakannya dengan teknik IDEA. Teknik ini merupakan salah satu dari sekian banyak cara dalam problem solving technique dan dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, mulai kehidupan pribadi sampai ke lingkungan pekerjaan.

Berikut ini penjabaran dari teknik IDEA.

(I) Identification.

Kita harus bisa mengidentifikasi masalah tersebut. Salah satu caranya dengan menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA) untuk  mencari akar penyebabnya. Metode ini menekankan pada konteks sebab akibat.

Untuk memulai metode RCA, diawali dengan memberikan pertanyaan ‘mengapa’ pada permasalahan yang muncul. Jawaban yang muncul dari pertanyaan tersebut, kita gali lagi dengan bertanya ‘mengapa’. Pada intinya adalah detailkan setiap jawaban yang muncul sampai bagian terkecil.

Dalam memetakan akar masalah, seringkali digunakan Ishikawa Diagram untuk membantu mempermudah proses pemetaannya.

(D) Development.

Setelah akar masalah tersebut teridentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan langkah-langkah untuk menyelesaikannya.

Beberapa strategi yang bisa dikembangkan adalah: Avoidance, Distribution, Engineering, Training dan Delay.

Avoidance adalah menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan masalah.

Distribution adalah meminimaliskan masalah melalui sharing dengan beberapa orang yang memiliki ketertarikan untuk menemukan solusi dari masalah tersebut.

Engineering adalah membuat solusi yang berhubungan dengan material/fisik.

Training adalah menambah kompetensi untuk penanggulangan masalah, meliputi: skill, pengetahuan, sikap & perilaku.

Delay adalah menunda action sambil memantau bagaimana perkembangan yang terjadi. Strategi yang satu ini, meskipun jarang dipergunakan, tetapi masih memiliki ma

nfaat pada waktu yang tepat penggunaannya.

(E) Execute.

Pada tahapan ini, langkah-langkah yang sudah kita susun untuk penyelesaian masalah, harus kita jalankan. Saat menjalankannya, yang perlu dipertimbangkan ad

alah:

1.       Apakah kita sudah menyusun langkah-langkah penyelesaian/antisipasi dengan cukup spesifik?

2.       Apakah langkah-langkah tersebut dapat kita ukur? Bagaimana kita bisa tahu progress dari langkah yang sudah dijalankan?

3.       Apakah langkah-langkah tersebut dapat kita jalankan? Apakah kita sudah memiliki sumberdaya untuk menjalankannya? Bagaimana kita bisa memperoleh sumberdaya yang tepat untuk menjalankannya?

4.       Apakah langkah-langkah tersebut relevan dengan permasalahan yang muncul?

5.       Kapankah batasan waktu terakhir dalam  menjalankan langkah-langkah itu?

Pertanyaan-pertanyaan diatas, seringkali disebut dengan metode SMART. Specific, Measurable, Relevant, Actionable, Timebound.

(A) Asses.

Ini adalah teknik terakhir dari IDEA. Dilakukan hanya ketika langkah Identification, Development dan Execute tidak membawa hasil yang diharapkan. Diatas kertas, ketika langkah IDE dijalankan, seharusnya masalah yang dihadapi bisa teratasi. Tetapi jika belum tuntas, maka ada penyimpangan yang terjadi dan perlu ditelusuri kembali.

Disarikan dari 'Simplify Your Problems: The Psychology of Choice' dengan instruktur Dr Richard Feenstra.

---

Rehandy Prismawan

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar