Holding Perkebunan Terapkan e-Farming di Seluruh PTPN Gula

Terbit pada Jumat, 31 Agustus 2018

Jadi Role Model, PTPN X Terapkan e-Farming Sejak 2016

SURABAYA – Guna mewujudkan best agricultural practices, Holding Perkebunan Nusantara menerapkan e-Farming di seluruh PTPN Gula. Penerapan e-Farming ini ditandai dengan Go-Live pada Jumat (30/8) di Kantor Pusat PTPN X, yang dihadiri oleh Direktur Tanaman Semusim Holding Perkebunan M. Cholidi, Direktur Operasional PTPN IX, PTPN XI, PTPN XII, dan jajaran Direksi PTPN X.

e-Farming adalah aplikasi pendaftaran lahan dan monitoring  kemajuan pekerjaan kebun melalui web dan mobile application (android) yang didukung dengan teknologi GIS dan satelit. Aplikasi ini telah diterapkan di PTPN X sejak tahun 2016 dan terus dikembangkan setiap tahunnya. e-Farming memberikan beberapa manfaat yaitu kemudahan registrasi lahan di beberapa pabrik gula, keakuratan verifikasi lahan untuk menghindari overlaping area, kemudahan monitoring lahan, dan juga sebagai media komunikasi dengan petani setiap saat.

“Setelah kesuksesan penerapan ERP-SAP di PTPN X, Go-Live Implementasi e-Farming ini juga menjadi bukti kesuksesan penerapan teknologi mutakhir di setiap proses bisnis PTPN X,” terang Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X.

Beberapa tahapan pengimplementasian telah dilakukan oleh PTPN X selaku role model dan implementator sejak awal Juli 2018 yang lalu. Tahapan tersebut yakni overview e-Farming, penyusunan Business Blueprint & Key User Training, End User Training, hingga penyesuaian aplikasi dengan level koroporasi Holding Perkebunan. Nantinya, akan ada 2.700 user di 7 PTPN Gula yang akan mengoperasikan e-Farming ini.

“Acara Go-Live Implementasi e-Farming ini merupakan komitmen bersama seluruh jajaran Direksi PTPN Gula dan Holding Perkebunan Nusantara untuk penerapan teknologi informasi guna mendukung industri gula nasional,” terang Dwi.

Adanya implementasi e-Farming di seluruh PTPN gula akan dapat menunjang produktivitas di sisi on farm. Selain itu juga akan akan diperoleh kepastian luas lahan tanaman tebu dan jumlah Bahan Baku Tebu (BBT).

Posted in Press Release

Terdapat 0 komentar