3 Hal Dibalik Aplikasi Pokemon Go
Pokemon Go, sebuah aplikasi yang sedang booming saat ini. Sulit dibayangkan kesuksesan yang didapat dari aplikasi ini. Menurut situs www.theverge.com, terhitung 11 Juli 2016, aplikasi Pokemon Go telah meraup pendapatan sebesar $ 14 Juta. Mudahnya memainkan permainan ini menjadi daya tarik dalam memainkannya. Pengguna aplikasi ini cukup menyediakan waktu untuk berjalan di tempat umum untuk berburu pokemon, karakter-karakter yang ada di film animasi pokemon. Yang menarik adalah pengguna harus berkompetisi dengan pengguna lain untuk mendapatkan pokemon tersebut.
Apapun itu, kunci kesuksesan aplikasi ini adalah kecerdasan ide dibaliknya, dimana pengguna tidak merasa menghabiskan waktu dalam memakai aplikasi ini. Jika kita lihat ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari aplikasi Pokemon Go ini.
1. Bukan hanya sekedar teknologi, namun juga data
AR (Augmented Reality) adalah teknologi yang diterapkan di aplikasi Pokemon Go, ternyata hanya memainkan peran kecil saja di aplikasi ini. Teknologi ini hanya bermain di depan, ketika pengguna menggunakan kamera untuk menangkap pokemon saja. Bahkan menurut artikel di www.bustle.com untuk menghemat daya dari handphone, fitur AR ini bisa dimatikan dan pengguna masih bisa menangkap pokemon.
Kunci dari permainan ini adalah data geolokasi yang membuat aplikasi ini menarik untuk dimainkan. Pengumpulan data geolokasi nyata pada aplikasi Pokemon Go ini telah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya dan dilakukan melalui sebuah aplikasi game bernama Ingress yang dibangun oleh pengembang aplikasi yang sama dengan Pokemon Go, yaitu Niantic Labs.
Pokemon Go menggunakan data peta google yang sangat akurat dalam mendeteksi lokasi dan memiliki basis data raksasa yang digunakan menyimpan semua objek yang dikirimkan oleh pengguna aplikasi. Data ini diolah sedemikian rupa sehingga aplikasi bisa menghitung jarak terdekat pokemon yang ada dengan lokasi pengguna saat ini. Tanpa data besar, lengkap dan valid tentang lokasi dari pengguna, aplikasi ini tidak akan sesukses sekarang.
2. ‘BRANDING MATTERS’
Hal lain tentang aplikasi adalah seberapa kuat brand dari aplikasi ini. Branding yang baik adalah hal paling bernilai dari setiap perusahaan. Dalam aplikasi ini, brand Pokemon memang yang menjadikan game ini mudah diterima oleh publik.
Dari aplikasi ini bisa terlihat, Niantic Labs menggandeng pemilik brand produk yang sudah mempunyai pasar dan penggemar tersendiri untuk membuat aplikasi berbasis lokasi dengan ‘rasa’ yang baru. Dengan cara ini, pengembang aplikasi Pokemon Go tidak risau dalam menawarkan produknya akan laku atau tidak karena sudah ada pangsa pasar yang akan membeli bahkan mungkin akan membuka pasar baru untuk yang non penggemar pokemon seperti sekarang.
3. Perpaduan fisik dan virtual menjadi cara baru berbisnis.
Sudut yang menarik dari aplikasi ini adalah membuat pengguna seperti bermain di 2 dunia sekaligus. Secara spesifik, aplikasi ini melibatkan kota, daerah, tujuan, tempat umum, toko, restoran, dan tempat-tempat yang memang benar ada dalam permainannya.
Sebagai contoh, ada suatu toko yang menggunakan lure (obyek virtual yang memancing pokemon untuk datang ke suatu titik) di toko mereka. Setelah memasang lure ini, toko tersebut mengalami kenaikan laba sebesar 25%. Hal ini dikarenakan para “pokemon hunter” (sebutan pengguna aplikasi Pokemon Go yang berburu pokemon) datang ke toko tersebut untuk mencoba menangkap pokemon tersebut paling tidak akan membeli satu jenis barang dari toko tersebut. Dengan cara ini, maka pebisnis lokal dapat mulai untuk mengambil kesempatan untuk meningkatkan laba mereka dengan memanfaatkan cara baru bisnis digital yang baru dengan memanfaatkan perpaduan fisik dan virtual aplikasi ini.
Teknologi AR baru ini mungkin sedang mengarah pada hal-hal yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Memadukan antara teknologi dan data yang besar, valid dan lengkap dengan cara yang kreatif dan anti mainstream seperti ini sepertinya belum mencapai batasnya. Cukup sulit untuk memprediksi kemana hal ini akan mengarah, tapi kita bisa melihat pergerakan dari berbagai aspek bisnis, sosial, budaya mulai mengarah ke cara kreatif seperti ini.
Sumber :
1. http://www.theverge.com/2016/7/19/12221938/nintendo-double-market-cap-pokemon-go-release
2. http://www.theverge.com/2016/7/22/12258874/pokemon-go-apple-ios-app-store-record-most-downloads
3.http://www.bustle.com/articles/172317-how-does-pokemon-go-work-heres-everything-we-know-about-the-tech-behind-the-augmented-reality
4. http://www.bbc.com/news/technology-36799788
(ANG_Sekper, VER_Sekper)
Terbaru
- RAT KPTR Lestari, Manajemen PG Lestari Berkomitmen Berikan Layanan Prima
- Tingkatkan Kualitas Hubungan, Manajemen PG Lestari Kunjungi Petani Tebu Rakyat
- Penuhi Kebutuhan Pupuk Petani, PTPN X Gandeng Petrokimia Gresik
- PG Gempolkrep Salurkan Bantuan Rumah Burung Hantu
- Amankan Aset, Kebun Kertosari dan Kebun Ajong Gayasan Gandeng Kejari Jember
Terdapat 0 komentar