Work as Calling

Terbit pada Selasa, 7 Januari 2020

Bicara tentang pekerjaan, hampir semua orang dibelahan dunia memiliki pekerjaan yang beraneka ragam. Namun pada kenyataanya tidak semua orang mengerti apa makna pekerjaan bagi diri mereka. Mereka hanya mengejar dari segi puing materi, tanpa tahu filosofi secara luas dari apa yang sedang mereka kerjakan pada pekerjaanya.

Banyak orang yang bilang “nggak penting jenis pekerjaannya itu apa, yang penting kerja, kerja dan kerja, terus dapat duit”. Kalimat seperti ini sudah menjadi sebuah sugesti yang dianggap benar di kalangan masyarakat, dan seolah-olah hal tersebut adalah sebuah kepercayaan yang baik untuk generasi penerusnya. Namun, sebenarnya mindset seperti inilah yang menjadi  salah satu faktor terbesar penyebab generasi muda sulit mengembangkan potensi dalam dirinya atau mungkin bisa dibilang bekerja tanpa passion.

Memang apa sih pentingnya ngerti filosofi pekerjaan? Bukanya memang tujuan bekerja adalah untuk mendapatkan uang! Bill Gates, Jack Ma, Mark Zuckerberg, Nadiem Makarim, Harlan Sanders adalah beberapa nama yang sudah tidak asing lagi disebut dan didengar sebagai orang yang berhasil dalam bidangnya. Lantas apa yang membuat mereka berada dipuncak kesuksesan? Apa bedanya cara bekerja mereka dengan kita?

Nah mari kita ulas. Guys, we work as they do, Namun pernahkan dibenak anda terbesit bahwa kita sama-sama bekerja namun hasilnya berbeda. Dimana letak perbedaan cara bekerja mereka dengan kita? Nah dari sini kita mulai berfikir dan belajar bahwa cara bekerja akan mempengaruhi efektifitas kehidupan. Tulisan ini dibuat tidak untuk membandingkan diri anda dengan siapapun didunia ini, karena saya yakin bahwa Tuhan menciptakan takdir yang berbeda disetiap ciptaanya untuk membuat keaneragaman dibumi. Setidaknya tulisan ini mampu memberi mindset baru bahwa cara bekerja yang unik (menyenangkan) akan memberikan kehidupan yang lebih baik untuk diri anda dimasa depan. 

“Develop the winning edge. Small differences in your performance can lead to large differences in your results”-Brian Tracy.

Saya tertarik dengan tulisan Brian Tracy diatas yang bermakna “Kembangkanlah sikap untuk selalu menjadi lebih baik. Membuat perbedaan yang kecil dalam tindakan (Pekerjaan) akan menghasilkan perbedaan yang besar dalam hasil yang diperoleh”.  

Saya berfikir mungkin salah satu yang menjadi perbedaan terbesarnya adalah bahwa mereka selalu memperlakukan setiap pekerjaanya dengan tindakan yang sangat baik, dalam artian mereka bekerja sebagai panggilan hidup (Work as a calling), bukan bekerja sebagai upaya bertahan hidup (Work as a job). Mereka tahu arti dan tujuan dari pekerjaanya. Tidak hanya sekedar bekerja, mereka paham betul tentang konsep work is a calculation. Mereka selalu berharap bahwa hasil dari pekerjaanya mampu menjadi inspirasi dan solusi terhadap permasalahan global dimasa depan.

What kind of life do you want at work?. Begitu banyak harapan yang mendorong kita dalam skenario kehidupan tertentu.  Kadang manusia terlalu fokus pada pola kehidupan terhadap apa yang diinginkan dalam pekerjaanya, bukan pada ingin menjadi siapa kita dalam pekerjaan. Jangan kau tukar siapa dirimu dengan apa yang menurutmu dibutuhkan dunia, karena dunia membutuhkanmu untuk menjadi dirimu sendiri.

Percayalah setelah anda mengerti makna dari sebuah pekerjaan, anda tidak akan sekedar bekerja untuk materi, anda akan lebih mengerjar bagaimana caranya membuat jiwa menjadi bahagia saat bekerja dan anda akan lebih memikirkan bagaimana caranya, apa yang anda hasilkan dari pekerjaan itu bermanfaat untuk orang lain. Lantas, bagaimana cara menemukan filosofi dalam pekerjaan? Ada 5 (lima) tips yang mungkin bisa anda coba sebagai upaya atau membantu dalam menemukan apa arti pekerjaan (pekerjaan yang sedang anda miliki sekarang ini) dalam hidup anda.

 1. Apapun pekerjaan anda, cintailah. Jangan risau apapun pekerjaan yang anda miliki sekarang, walaupun itu tidak membuatmu kaya, setidaknya ia membuatmu hidup.

2. Bekerjalah dengan hati yang gembira. Dengan perasaan yang positif, anda akan mampu menikmati proses dari sebuah pekerjaan.

3.  Miliki rasa penerimaan yang besar terhadap pekerjaan. Dengan hal itu anda akan belajar bersyukur disetiap momen pekerjaan.

4.  Berpetualanglah dalam pekerjaan. Lakukan hal-hal baru bersama teman-teman kerja anda, perbanyak relasi dan buatlah dunia kerja anda semenarik mungkin.

5. Anggaplah pekerjaan anda sebagai media untuk berbagi dan hal yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan.

Jangan sampai anda mengorbankan pencarian arti hidup hanya mengejar slip gaji,  menyerah terhadap impian, tercemar oleh keraguan dan benar-benar terjebak dalam rutinitas. Berbicara tentang kesuksesan dalam pekerjaan, semestinya tidak harus dinilai dari seberapa banyak materi yang berhasil didapat, tapi seberapa bahagia jiwa dalam menyelesaikan tupoksinya.

Saya yakin anda pasti memiliki gairah, anda memiliki kejeniusan dalam diri dan memiliki potensi. Come back stronger, work as a calling. Bekerjalan dengan bahagia bersama  passion yang anda sukai. Apapun pekerjaan anda sekarang ini, nikmati dan bersenang-senanglah dengan pekerjaan anda, karena itu adalah anugerah dari Tuhan untuk mu. (Dhanaviya_Enero, PUT_Sekper)

 

 

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar