Teladan Kepemimpinan

Terbit pada Selasa, 1 Desember 2015

Kesuksesan sebuah perusahaan tidak hanya bermodalkan teamworking, networking, dan kapital yang besar. Namun, juga membutuhkan pemimpin yang memiliki visi ke depan. Pemimpin yang visioner mampu memperlancar proses pengaplikasian ide dan kreativitas yang muncul, baik dari dirinya maupun bawahannya.

Kemampuan memimpin seseorang dapat diandalkan, apabila ia memiliki strategi dalam mengelola hubungan kerja antara dirinya dengan rekan sejawat maupun bawahannya dan hubungan dirinya dengan pihak luar perusahaan. Hubungan internal antara atasan dan bawahan dapat diibaratkan seorang ayah yang mampu mengayomi keluarganya. Sedangkan hubungan eksternal seorang pemimpin perusahaan, diibaratkan seorang negosiator yang dapat menjembatani kepentingan antar pihak. Dalam hal ini personal branding pemimpin sangat mempengaruhi kelancaran dan keharmonisan hubungan perusahaan dengan external stakeholder.

Kepemimpinan dianggap berhasil, jika mampu mengakumulasikan seluruh gagasan inovatif menjadi solusi dalam menghasilkan produk atau jasa yang bernilai jual tinggi dan berpengaruh positif terhadap keberlanjutan perusahaan (sustainable). Seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan harus memiliki konsistensi tinggi dalam menciptakan formula dan mengimplementasikan kebijakan yang telah digulirkan. Konsistensi ini penting dilakukan oleh seorang pemimpin agar ia dapat menjadi role model bagi karyawannya. Selain itu, karyawan mempunyai panduan kerja yang baku dan tidak berubah sewaktu-waktu tanpa ada konsensus maupun addendum yang bersifat resmi.

Jenis kepemimpinan dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yakni kepemimpinan efektif, kepemimpinan kharismatik, dan kepemimpinan transformasional. Fondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasarkan misi dari organisasi, untuk selanjutnya mendefinisikan dan menegakkannya secara jelas dan nyata. Kemudian kepemimpinan kharismatik adalah gaya kepemimpinan yang memiliki daya tarik tersendiri, yang mampu membuat bawahannya mengikuti ide dan inovasi yang diajukan oleh pemimpin jenis ini.

Sedangkan kepemimpinan transformasional adalah kemampuan pemimpin untuk membawa perubahan-perubahan yang sangat besar terhadap individu maupun organisasi dengan cara memerbaiki kembali (reinvent) karakter diri individu yang ada dalam organisasi dan memulai proses penciptaan inovasi. Kemudian meninjau kembali struktur, proses, dan nilai-nilai organisasi agar lebih baik serta relevan. Tentu, dengan cara-cara yang menarik dan menantang bagi semua pihak yang terlibat serta mencoba untuk merealisasikan tujuan-tujuan organisasi yang selama ini dianggap tidak mungkin dilaksanakan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan bukan perkara menduduki suatu jabatan, meningkatnya prestise serta memiliki otoritas tak terbatas dalam mengatur bawahannya saja. Lebih dari itu, kepemimpinan adalah proses memberi contoh pada siapapun, tetap rendah hati saat berada di puncak kejayaan, mampu menyuntikkan semangat untuk bangkit saat terpuruk, dan melaksanakan transfer knowledge. Selain itu, kemampuan memimpin seseorang dapat menginspirasi semua kalangan untuk optimis menghadapi tantangan, proporsional dalam mendelegasikan tugas dan wewenang serta mampu menerapkan sistem punishment dan reward secara adil dan beradab.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan

(OPI_Budidaya, VER_Corcom)

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar