Sinergi Enero-Mitra Tani 27: Aplikasi Pupuk Hayati Enero untuk Peningkatan Produksi Edamame (Model RAK)

Terbit pada Senin, 27 Agustus 2018

Kedelai Edamame merupakan produk unggulan dan berkualitas dari PT Mitra Tani Dua Tujuh (Mitra Tani 27) yang pangsa pasarnya tidak hanya untuk konsumsi domestik melainkan ekspor. Untuk mencapai kualitas yang baik maka perlu diperhatikan sistem budidaya sampai proses produksi dan pengolahannya. Terutama untuk aspek budidaya, selama ini Mitra Tani 27 masih menggunakan full pupuk anorganik dalam sistem budidayanya. Hal ini baik dalam meningkatkan produktivitas tanaman jangka pendek, namun menurunkan kualitas tanah dalam jangka panjang. Berdasarkan hal ini, diperlukan upaya pembenahan tanah sekaligus pengurangan pupuk anorganik dengan pemanfaatan pupuk hayati dalam sistem budidaya untuk mencapai hasil yang optimal.

Di sisi lain, PT Energi Agro Nusantara (Enero) sebagai pabrik bioethanol memiliki hasil samping vinasse yang diolah menjadi pupuk hayati cair. Dalam rangka mengetahui efektivitas pupuk hayati tersebut maka diperlukan kerjasama penelitian antara Mitra Tani 27 dan Enero sebagai bentuk sinergi anak perusahaan dibawah PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X). Selanjutnya penelitian dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas pemupukan Pupuk Hayati enero (PHE) terhadap produksi kedelai edamame.

Penelitian dilaksanakan di lahan sewa Mitra Tani 27 pada musim tanam 2018 dengan tanaman kedelai edamame dengan varietas EO54. Aplikasi telah dilaksanakan pada bulan Januari – April 2018, dengan durasi ± 70 hari.  Luas total plot percobaan ± 0,1 ha. Model penelitian dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK), dimana dicoba berbagai perlakuan antara lain: (1) pupuk terpadu, enero + pupuk anorganik 80% (P1), (2) pupuk terpadu, enero + pupuk anorganik 75% (P2) dan pupuk terpadu, (3) enero up + pupuk anorganik 75% (P3), serta kontrol (perlakuan eksisting). Perlakuan dilakukan dengan 30 ulangan dengan jarak tanam 10 cm x 20 cm dan luas bedengan 10 m x 1 m. Proses pemupukan pada perlakuan dengan cara aplikasi pengocoran dengan dosis 16 liter per bedeng, sedangkan kontrol dengan cara pemupukan pada umumnya dengan ditabur diatas tanah.

Dari hasil penelitian vegetatif dan generatif didapatkan hasil secara umum, pupuk terpadu enero mampu meningkatkan produksi tanaman. Untuk analisa vegetatif, didapatkan hasil yang tidak berbeda nyata antara beragam perlakuan dan kontrol. Sedangkan untuk analisa generatif dan produksi, pupuk terpadu enero + anorganik memberikan rerata produksi sebesar 12.040 kg dibanding pupuk kontrol 10.880 kg. Dengan kata lain produksi meningkat 10,66%. Sedangkan untuk permintaan ekspor, produksi edamame dengan perlakuan pupuk enero + anorganik mencapai 7.108 kg, sedangkan kontrol hanya 5.655 kg. Dengan kata lain produksi ekspor meningkat 25,69%.

Ditinjau dari analisa biaya usaha taninya, terdapat selisih yang signifikan antara perlakuan dan kontrolnya. Pupuk terpadu, enero + anorganik (P3) memiliki analisa biaya produksi per unit kg paling rendah sebesar Rp. 8.267/kg, sedangkan kontrol Rp. 9.702/kg. Terdapat penurunan biaya produksi sebesar 17,36%. Dari hasil tersebut, pemupukan terpadu dengan pupuk enero dan pengurangan dosis pemupukan anorganik dapat dikatakan memberikan dampak yang lebih baik. Untuk tindak lanjut, diperlukan penelitian dalam skala lebih luas yaitu demplot untuk mengetahui perbedaan yang signifikan. (Ariel_Enero, CIN_Sekper)

Sumber:

Mitra Tani 27, 2018, Jember, Laporan Research & Development, Laporan Penelitian & Pengembangan Bidang: Budidaya: Aplikasi Pupuk enero untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Edamame

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar