Saling Berbagi Pengalaman untuk Kebangkitan Industri Gula Tanah Air

Terbit pada Rabu, 7 Nopember 2018

Para pelaku gula tanah air terus berupaya untuk mengembalikan kejayaan industri gula di tanah air. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkannya, salah satunya kegiatan saling berbagi pengalaman dalam keberhasilan memproduksi gula kristal putih yang sesuai dengan standar SNI dengan harga pokok produksi yang rendah. 

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan kegiatan yang melibatkan semua pabrik gula di Indonesia memang sangar dibutuhkan. Sebab dengan pertemuan seperti ini menjadi momen untuk saling bertukar informasi dan pengalaman dalam memproduksi gula.

"Kami sangat senang karena P3GI menyelenggarakan kegiatan pertemuan teknis di kantor pusat PTPN X karena acara seperti ini memang sangat dibutuhkan," kata Dwi dalam sambutannya pada acara Pertemuan Teknis Sehari Berbagi Pengalaman antar Pabrik Gula dalam Memproduksi Gula Kristal Putih (GKP) sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) pada musim giling 2017 dan 2018 di Hall Kantor Pusat PTPN X Surabaya, Selasa (06/11). 

Dwi menambahkan untuk meningkatkan dan kembali meraih kejayaan industri gula tanah air maka harus dilakukan terus melakukan perbaikan dan inovasi-inovasi.

Ditempat yang sama, Plt Direktur P3GI Aang Munawar dalam sambutannya mengungkapkan acara ini mempertemukan pabrik gula yang mengelola tebu HGU dan tebu rakyat untuk saling berbagi bagaimana proses menghasilkan GKP yang sesuai SNI. 

P3GI, sambung Aang, selalu memperbaiki layanan-layanan semoga ini menjadi titik balik sehingga industri gula di tanah air menjadi industri yang menghasilkan laba. 

"Kematian P3GI akan menjadi awal kematian industri gula tanah air. Maka acara seperti ini sangat penting dan kami mengucapkan terima kasih kepada PTPN X yang sudah menyediakan tempat sehingga acara ini bisa terselenggara," papar Aang.

Harapan akan adanya pertemuan rutin P3GI yang melibatkan seluruh industri gula di tanah air jga diungkapkan oleh Direktur IKAGI Daniyanto dalam sambutannya.

"Jangan sampai pertemuan P3GI ini tiga tahunan atau lebih, karena pertemuan seperti ini sangat dibutuhkan," ungkap Daniyanto.

Daniyanto menjelaskan pada musim giling tahun 2017, industri gula dikagetkan dengan permasalahan SNI dan di musim giling tahun 2018 ada permasalahan dengan harga gula. Fleksibelitas pabrik gula di Indonesia harus disiapkan dengan berbagai inovasi agar tidak terkaget-kaget dengan berbagai permasalahan yang ada.

Acara ini diiikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PT RNI dan pabrik gula swasta di Indonesia. (Red3, CIN_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 0 komentar