Pupuk Hayati Cair

Terbit pada Senin, 11 Juni 2018

Pupuk cair hayati atau disebut dengan biofertilizer merupakan pupuk yang mengandung mikroorganisme fungsional (bakteri, fungi, dan actomycetes). Apapun namanya pupuk hayati bisa diartikan sebagai pupuk yang hidup. Pupuk hayati selain mengandung mikroba dapat juga unsur nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) serta unsur mikro lainnya. Kandungan pupuk hayati adalah mikroorganisme yang memiliki peranan positif bagi tanaman. Kelompok mikroba yang sering digunakan adalah mikroba-mikroba yang menambat N dari udara, mikroba yang melarutkan hara (terutama P dan K), mikroba-mikroba yang merangsang pertumbuhan tanaman.

Istilah pupuk hayati digunakan sebagai nama kolektif untuk semua kelompok fungsional mikroba tanah yang dapat berfungsi sebagai penyedia hara dalam tanah, sehingga dapat tersedia bagi tanaman. Pemakaian istilah ini relatif baru dibandingkan dengan saat penggunaan salah satu jenis pupuk hayati komersial pertama di dunia yaitu inokulan Rhizobium yang sudah lebih dari 100 tahun yang lalu.

Pupuk hayati dapat didefinisikan sebagai inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman. Memfasilitasi tersedianya hara ini dapat berlangsung melalui peningkatan akses tanaman terhadap hara misalnya oleh cendawan mikoriza arbuskuler, pelarutan oleh mikroba pelarut fosfat, maupun perombakan oleh fungi, aktinomiset atau cacing tanah. Penyediaan hara ini berlangsung melalui hubungan simbiotis atau nonsimbiotis.

Permentan No.70 tahun 2011, menggolongkan pupuk hayati kedalam pupuk organik. Dalam pengertiannya pupuk hayati berfungsi meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan dan kesehatan tanah. Formulasi pupuk hayati adalah komposisi mikroba dan bahan pembawa penyusun pupuk hayati. Untuk menjadi pupuk hayati yang terdaftar resmi perlu diuji kandungannya dan efektifitas dilahan.

Beradasarkan peraturan tersebut, kualitas pupuk hayati bisa dilihat dari parameter berikut:

1) Jumlah populasi mikroorganisme, jumlah mikroorganisme hidup yang terdapat dalam pupuk harus terukur.

2) Efektivitas mikroorganisme, tidak semua mikroorganisme memberikan pengaruh positif pada tanaman. Fungsi pupuk hayati sebagai  penambat N, pelarut P, Penghasil fitur hormone dan perombak bahan organik.

3) Bahan pembawa, fungsinya sebagai media tempat mikroorganisme tersebut hidup.

4) Masa kadaluarsa, sebagai mana mahluk hidup lainnya mikroorganisme tersebut memiliki siklus hidup.

5) Patogenitas negatif, kontaminan dan logam berat nihil

Pupuk hayati cair mempunyai banyak manfaat untuk memperbaiki struktur tanah dan membantu perkembangan tanaman. Ada beberapa fungsi pupuk hayati cair, sebagai berikut:

1) Sebagai dekomposer atau meningkatkan kesuburan tanaman

2) Memperbaiki dan meningkatkan kualitas kandungan organik di dalam tanah.

3) Menjaga ketersediaan unsur hara di dalam tanah.

4) Memperbaiki PH dan membantu penambatan nitrogen pada tanah.

Jadi dari segi spesifikasi serta perbedaan pupuk cair hayati dan jenis pupuk lainnya terletak pada kandungan mikroorganisme didalamnya. Mikroorganisme inilah yang datang membawa berbagai manfaat positif untuk perbaikan struktur pada tanah

PT Energi Agro Nusantara menghasilkan pupuk hayati cair berbahan baku vinase hasil samping produksi pabrik bioethanol. Pupuk ini terdaftar dengan nama dagang pupuk enero. Didalamnya mengandung mikroba fungsional yang berguna untuk tanaman dan tanah. Selama ini telah banyak petani yang merasakan manfaat pupuk ini. Pupuk ini telah diaplikasikan diberbagai jenis tanaman seperti tanaman tebu, nanas, hortikultura, palawija dan tanaman keras. (Dhanaviya_Enero, CIN_Sekper)

(Sumber: alamtani.com ; Permentan No 70 ; andhinitirtaagro.com)

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar