Peraih Nobel Ingatkan Indonesia Bersiap Hadapi Krisis

Terbit pada Minggu, 31 Agustus 2014

London (Antara) - Peraih Nobel ekonomi tahun 2001, Joseph Eugene Stiglitz mengingatkan negara-negara berkembang (emerging countries) termasuk Indonesia harus bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya krisis ekonomi global di masa mendatang.

Joseph Eugene Stiglitz menyampaikan hal itu kepada Asisten Direktur pada Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Muslimin Anwar usai mengikuti "5th Lindau Meeting on Economic Sciences" di Lindau, Jerman.

Muslimin Anwar yang mewakili Indonesia dalam pertemuan ekonom sedunia bersama para pemenang hadiah nobel sepanjang masa di Lindau- Jerman itu kepada Antara London, Senin, mengatakan bahwa ia sependapat dengan Stiglitz.

Joseph Eugene Stiglitz menyebutkan negara maju tidak boleh lagi hanya memikirkan kepentingan ekonomi domestiknya saja dalam menetapkan kebijakan ekonomi karena terbukti dalam beberapa kejadian dalam satu dasa warsa terakhir, kebijakan negara maju berakibat buruk bagi perekonomian dunia.

Diantaranya kasus sub-prime mortgage 2008 di AS dan krisis keuangan dan fiskal di Eropa semenjak 2010, yang telah menyebabkan ketidakseimbangan ekonomi dunia.

Muslimin Anwar, yang mewakili Bank Indonesia dalam pertemuan 450 ekonom dunia dengan para pemenang nobel di bidang ekonomi ini juga sependapat dengan Stiglitz, bahwa Indonesia harus mengerjakan berbagai pekerjaan rumahnya khususnya reformasi struktural dengan meningkatkan daya saing ekspor dan kemandirian ekonomi guna membawa defisit transaksi berjalan ke arah yang lebih sehat.

Menurut Stiglitz, negara berkembang (emerging countries) termasuk Indonesia diperkirakan akan terkena dampak buruk dari kebijakan moneter bank sentral AS, apabila Fed Fund rate dinaikkan di masa yang akan datang.

Untuk itu perlu segera mempertimbangkan penggunaan "capital control" dan menggunakan teknik pengelolaan neraca modal dan finansial/capital account yang baik (capital control management technique).

Namun Stiglitz menambahkan suku bunga Fed Fund rate tidak akan segera dinaikkan dalam waktu dekat. Banyak kalangan memperkirakan bahwa Fed baru akan menaikkan suku bunga acuan pada kuartal ke-2 tahun 2015. Meskipun dinaikkan, Stiglitz menilai bahwa Federal Reserves tetap akan menjaga agar suku bunga acuannya rendah.

Stiglitz juga menyebutkan negara berkembang termasuk Indonesia perlu segera mempertimbangkan untuk menggunakan capital control dan menggunakan teknik pengelolaan neraca modal dan finansial/capital account yang baik (capital control management technique).

Ia mengatakan negara berkembang yang memiliki cadangan devisa yang besar dan neraca transaksi modal dan finansial (capital account) yang terkelola dengan baik akan berada dalam posisi yang menguntungkan dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi global seperti kenaikan suku bunga Fed Fund rate dan krisis ekonomi global sekalipun.

Namun demikian, Stiglitz mengungkapkan bahwa kebijakan bank sentral AS dalam menaikkan suku bunga acuannya tidak dapat sepenuhnya dipandang sebagai zero sum game, dimana negara maju akan diuntungkan dan negara berkembang akan dirugikan.

Stiglitz menekankan yang diperlukan dunia saat ini adalah kerjasama moneter secara mendunia (global monetary cooperation) karena apa yang diputuskan dan menjadi kebijakan ekonomi negara-negara maju ternyata telah dan akan terus mempengaruhi negara-negara lainnya di dunia. Hal ini tidak pernah diperhatikan oleh negara-negara maju pada masa lalu.

Muslimin Anwar sebagai wakil Indonesia dalam pertemuan ekonom sedunia bersama pemenang hadiah nobel sepanjang masa di Lindau, Jerman sependapat dengan Stiglitz bahwa negara maju tidak boleh lagi hanya memikirkan kepentingan ekonomi domestiknya dalam mengambil kebijakan ekonomi.

Muslimin Anwar juga sependapat dengan Stiglitz bahwa Indonesia harus mengerjakan berbagai pekerjaan rumahnya khususnya reformasi struktural dengan meningkatkan daya saing ekspor dan kemandiriaan ekonomi guna membawa defisit transaksi berjalan ke arah yang lebih sehat.

Kondisi perekonomian global yang belum menggembirakan yang berdampak pada ekspor yang melambat harus diimbangi antara lain dengan meminimalkan impor barang baik migas maupun non-migas.

"Keberanian pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi sehingga menurunkan impor minyak harus didukung dan didorong karena dengan mengalihkan subsidi kepada yang berhak, dapat menambah pembiayaan proyek infrastruktur yang lebih banyak sehingga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dan menurunkan jumlah penduduk," kata Muslimin.(rr)

Sumber: https://id.berita.yahoo.com/peraih-nobel-ingatkan-indonesia-bersiap-hadapi-krisis-062006703--finance.html

Terdapat 1 komentar

nursyarah said on Apr 12, 2017
Halo semua,
Nama saya nur syarah dari kota Bogor di Indonesia, saya ingin menggunakan media ini untuk menyarankan semua orang untuk menyenangkan hati-hati dalam mendapatkan pinjaman di sini, jadi banyak lender pinjaman di sini adalah semua scammers dan mereka hanya di sini untuk scam Anda keluar dari uang Anda aku diterapkan untuk pinjaman dari sekitar 150 juta dari seorang wanita di Filipina dan saya kehilangan sekitar 10 juta tanpa mengambil pinjaman, mereka meminta lagi dan lagi untuk biaya, saya membayar hampir 10 juta masih saya tidak mendapatkan pinjaman, ada yang menunjukkan kepada saya sekitar 2 kali dari dua wanita yang berbeda di Filipina, saya berharap saya akan bertemu orang yang tepat, tapi aku tidak.

Tuhan kemuliaan, saya bertemu dengan seorang teman yang baru saja diterapkan untuk pinjaman, dan ia mendapat pinjaman tanpa stres, jadi dia memperkenalkan saya kepada Ibu Margaret pedro, pedro CEO Margaret perusahaan pinjaman, dan saya diterapkan untuk 420 juta, saya pikir itu adalah lelucon dan penipuan, tapi aku punya pinjaman saya dalam waktu kurang dari 24 jam hanya 2% tanpa agunan. Saya sangat senang karena saya diselamatkan dari mendapatkan miskin.

jadi saya nasihat semua orang di sini yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi
Mrs Margaret pedro melalui email: margaretpedroloancompany@gmail.com

Anda masih bisa menghubungi saya jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut melalui email: nursyarah36@gmail.com

sekali lagi terima kasih untuk semua membaca kesaksian saya, dan semoga Tuhan terus memberkati kita semua dan memberi kita umur panjang dan kemakmuran

Silahkan tambahkan komentar