Penelitian Tembakau Jember Gencar Biakkan Mikoriza

Terbit pada Kamis, 22 Desember 2016

Tembakau membutuhkan agensia hayati untuk membantu penyerapan unsur hara dalam tanah. Agensia hayati bisa diperoleh dengan bantuan mikoriza yaitu jamur yang bersimbiosis pada perakaran tanaman tembakau. Untuk mewujudkan tanaman sehat, mikoriza dapat menjadi salah satu solusi andalan, karena pembiakan mikoriza yang cukup mudah. Mikoriza berfungsi membantu penyerapan unsur hara dan air dalam tanah.

Pada 2011, Penelitian Tembakau PTPN X Jember telah mengadakan pelatihan tentang penanganan hama dan penyakit tembakau TBN dan Na Oogst Jember. Salah satu pemateri yang diundang adalah Dosen Pertanian dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Tindak lanjut dari pelatihan adalah Penelitian Tembakau Jember menjalin kerjasama dengan UGM untuk mengembangbiakkan mikoriza tembakau pada media granula zeolit dan tanaman jagung. Maka dibentuklah Tim Mikoriza yang diprakarsai oleh Vardianata Yoedistira Virdawan, Subagio, Sumadi, dan Agus.

“Percobaan dimulai dari tahap eksplorasi, yaitu pengambilan sampel mikoriza pada perakaran tembakau dan ditempelkan pada akar jagung. Akar jagung yang telah tertempel mikoriza kemudian dikembangbiakkan pada media granula zeolit. Selama masa percobaan, pemeliharaan mikoriza pada akar jagung dilakukan dengan penyiraman dan pemberian pupuk selama dua bulan. Namun, dari hasil dari percobaan tersebut jumlah spora yang dihasilkan masih di bawah standar,” jelas Peneliti Proteksi Tanaman, Vardianata.

Menurut Vardianata, alumnus Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta ini, spora yang jumlahnya di bawah standard disebabkan oleh proses pemantauan pemeliharaan yang kurang baik terutama pada pola penyiraman, sehingga perkembangan akar jagung di dalam granula zeolit tidak maksimal.

Pada November 2016, dilakukan percobaan lanjutan pengembangbiakan mikoriza yang dilakukan oleh Vardianata dan Pelaksana Sie Kesuburan Tanah, Aris Sutiyono. Percobaan lanjutan dilakukan dengan meningkatkan pemantauan pemeliharaan. Selama masa percobaan, pemeliharaan sangat diperhatikan mulai dari pola penyiraman, jarak tanam, kedalaman penyiraman, dan pemberian pupuk. Pemeliharaan yang intensif diharapkan dapat memberikan hasil yang memuaskan yaitu jumlah spora di atas standard (dalam 100 gram zeolit terdapat lebih dari 30 spora mikoriza). (Okta Prima I/Mohamad Wawan S._Penelitian Tembakau Jember, FIR_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 2 komentar

Ahmad Ihwanudin said on May 20, 2017
mau tanya, apa bisa beli ya produknya dari PTPN? apa sudah jadi?
indah said on May 31, 2017
Maaf, saat ini produk mikoriza kami untuk kebutuhan internal. Mohon info, estimasi butuh mikoriza dengan kuanta berapa?