Mengenali Metode Belajar Berdasarkan Indera Dominan Yang Dimiliki

Terbit pada Senin, 21 Desember 2015

Ada sebuah kata bijak yang perlu kita resapi maknanya, ‘Hidup adalah Proses Belajar’. Proses belajar tidak hanya dilakukan saat kita sedang duduk di bangku sekolah dan kuliah. Pada saat bekerja, sesungguhnya kita juga sedang belajar. Perlu disadari bahwa setiap individu memiliki talenta yang berbeda. Selain itu, mereka juga memiliki impian dan tujuan hidup yang berbeda. Namun, persamaannya adalah mereka harus belajar untuk mengasah dan menggunakan talentanya sebaik mungkin. Dengan mengetahui dan mempraktikkan metode belajar yang tepat, akan membantu mempercepat dan memaksimalkan proses belajar dari setiap individu.

Secara garis besar ada tiga metode belajar, yaitu :

  1. METODE VISUAL

Cara belajar dengan metode visual ini lebih cocok digunakan individu yang memiliki indera visual lebih dominan, yaitu penglihatan. Bagaimana cara belajarnya? Menggunakan media yang berbasiskan visual, misalnya manual book, video tutorial, presentasi dengan software seperti powerpoint, dan melihat langsung bagaimana cara kerja di lapangan.

Beberapa ciri individu yang dominan indera visualnya adalah :

  1. Memberikan fokus dan perhatian pada penampilan dirinya sendiri maupun orang lain. Penampilan harus selalu rapi dan menarik.
  2. Menyukai lingkungan rumah atau pekerjaan yang bersih dan rapi.
  3. Berbicara dengan cepat.
  4. Ketika berbicara selalu menggunakan submodalitas visual, seperti bayangkan, gambarkan, lihatlah, jauh, dekat, dan lain sebagainya.
  1. METODE AUDITORI

Cara belajar dengan metode auditori ini lebih cocok digunakan individu yang memiliki indera auditori lebih dominan, yaitu pendengaran. Bagaimana cara belajarnya? Menggunakan media yang berbasiskan auditori, seperti audio recording, mendengarkan penjelasan dari mentor bagaimana cara kerja di lapangan.

Beberapa ciri individu yang dominan indera auditorinya adalah :

  1. Menyukai suasana yang tenang.
  2. Berbicara dengan pelan, jelas dan terstruktur.
  3. Ketika berbicara selalu menggunakan submodalitas auditori, seperti dengarkan, keraskan, lemahkan dsb.

3.   METODE KINESTETIK

Cara belajar dengan metode kinestetik ini lebih cocok digunakan individu yang memiliki indera kinestetik lebih dominan, yaitu peraba atau gerakan. Bagaimana cara belajarnya? Cara belajar pada metode ini adalah praktik langsung di lapangan. Pemahaman mengenai teori akan lebih mudah dengan mempraktikkannya secara langsung atau learning by doing.

Beberapa ciri individu yang dominan indera kinestetiknya adalah :

  1. Aktif bergerak, dinamis.
  2. Banyak menggunakan isyarat tubuh saat sedang berbicara.

Tiga metode belajar di atas akan berfungsi dengan baik jika kita sudah mengetahui tipikal apakah diri kita ini. Visual, auditori ataukah kinestetik?

Untuk mengetahui tipikal, ada sebuah test yang dinamakan VAKOG Test. Atau bisa menggunakan cara yang cukup sederhana, yakni dengan menanyakan kalimat ini, jika kita ingin berlibur, manakah pilihan yang paling pas, pergi ke gunung ataukah pergi ke pantai? Kemudian, tanyakan apa alasan terkuat memilih tempat berlibur itu?

Yang perlu diingat, apapun pilihannya tidak penting. Yang penting adalah alasan terkuatnya. Alasan terkuat itu akan menandakan apa tipikal kita. Semisal, saya ingin berlibur ke pantai. Alasan terkuatnya adalah karena pemandangan laut yang begitu luas dan warna biru yang indah. Kalimat tersebut menandakan tipikal visual. Contoh lain, saya ingin berlibur ke pantai. Alasan terkuatnya adalah karena suara deburan ombak yang menyenangkan, suara burung-burung berkicauan. Kalimat tersebut menandakan tipikal auditori.

Dengan mengetahui tipikal diri kita, menjadi lebih mudah untuk mengasah dan memaksimalkan talenta yang kita miliki melalui metode belajar yang tepat.

Sumber penulisan : Basic Study Skills, publish by West Lothian College.

(Rehandy Prismawan_Enero, VER_Corcom)

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar