Inovasi Mekanisasi Tingkatkan Produksi dan Kualitas Tembakau

Terbit pada Kamis, 13 April 2017

JEMBER – Penelitian tembakau kembali menggelar workshop dan ekspose hasil penelitian tembakau Jember dan Klaten. Dalam workshop dan ekspose yang kali ini digelar di Gudang Sukokerto Ajung- Kebun Kertosari, Jember ini dipaparkan inovasi-inovasi yang telah dikembangkan peneliti dari penelitian tembakau Jember dan Klaten.

Kepala Penelitian tembakau PTPN X, Erna Anastasia mengatakan ada enam program kerja yang akan dilaksanakan di tahun 2017 ini untuk menjawab kondisi saat ini. Pertama yaitu menghasilkan lima rakitan teknologi yang direkomendasikan ke unit kebun, kedua yaitu menyediakan benih sebar dan pillen untuk areal seluas 875 hektare (ha) di tiga unit kebun dan menghasilkan lima rakitan teknologi mekanisasi untuk mengatasi kesulitan tenaga kerja dan ketepatan fase pekerjaan.

”Target kami yang keempat yaitu menyelesaikan analisis laboratorium tepat waktu minimal 90 persen terhadap sampel diterima,” ujar Erna, Kamis (06/04/2017). Selain itu juga mengawal pelaksanaan proteksi HPT unit kebun tembakau sejumlah tiga aktivitas pekerjaan dan terakhir, mengawal pelaksanaan budidaya dan curing unit kebun tembakau.

Erna menuturkan, sudah ada beberapa inovasi yang diaplikasikan. Misalnya diproses los pengering, sudah diciptakan alat sunduk otomatis dan humidifier otomatis. Kemudian di gudang digunakan konveyor dan alat klasifikasi berbasis warna (khusus untuk daun berwarna rata).

Sementara itu, Direktur Operasional PTPN X, Mustaqim pada awal acara mengatakan, peningkatan kualitas tembakau sangat penting dilakukan. Utamanya menjaga taste yang sesuai dengan selera pembeli.

”Dengan upaya yang dilakukan, diharapkan bisa menekan losses dan produktivitas tercapai. Nantinya penelitian tembakau dan kebun bisa membuka potensi yang dimiliki sekaligus mengembangkan produk turunan dari tembakau,” ujar Mustaqim. Inovasi yang diaplikasikan diharapkan juga bisa menurunkan HPP karena harga dari buyer cenderung stagnan.

Bulan Maret tahun 2017 ini, realisasi lahan tanam tembakau sudah mencapai 878 ha atau 100,3% dari RKAP 2017 yang seluas 875 ha untuk Tembakau Bawah Naungan dan Voorstenlanden Bawah Naungan. (CIN_Sekper, FIR_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar