Holding BUMN Perkebunan Satukan 14 PTPN

Terbit pada Jumat, 3 Oktober 2014

Pasca ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) Pembentukan Holding BUMN pada 18 September 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Holding BUMN Perkebunan secara otomatis sudah mulai sejak PP diterbitkan. Terbitnya PP tersebut merupakan tonggak holding. Itulah yang disampaikan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Industri Strategis, Muhammad Zamkhani dalam laporannya pada acara Penandatanganan Akta Pengalihan Saham Negara Ri dan Launching Pembentukan Holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan, 2 Oktober 2014 di halaman Kantor Direksi PTPN XI.

 

“Terbitnya PP ini merupakan terminal, belum tujuan karena tujuannya adalah majunya perkebunan dan kehutanan kita,” kata Zamkhani.

 

Dengan terbentuknya Holding BUMN Perkebunan ini, sambung Zamkhani, 14 PTPN dari berbagai ragam jenis usaha perkebunan akan berada dalam satu induk, yaitu PTPN III. Penandatanganan akta pengalihan ini merupakan awal dari BUMN Holding yang merupakan kerja keras dari para pemangku kebijakan.

 

“Dengan terciptanya Holding BUMN Perkebunan ini, seluruh BUMN dan anak perusahaan harus lebih solid bukannya seperti saat ini yang masih berjalan sendiri-sendiri,” paparnya.

 

Menurut data Kementerian BUMN, total asset keempat belas PTPN tersebut pada tahun 2013 mencapai Rp 65,22 triliun, naik dari tahun 2012 sekitar Rp 61,07 triliun. Total penjualan pada tahun 2014 diperkirakan mencapai Rp 77,59 triliun, dengan laba bersih yang ditargetkan sekitar Rp 4,06 triliun. Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) seluruh PTPN tersebut pada 2014 mencapai sekitar Rp 11,51 triliun, lebih rendah dari tahun sebelumnya Rp16,34 triliun. (Siska, OPI_Sekper)

Terdapat 0 komentar