Hilangnya Lebah Madu, Hilangnya Kehidupan

Terbit pada Kamis, 30 Juli 2015

Lebah madu mulai menghilang. Tidak ada lebah, tidak ada madu. Sekilas memang tidak terlihat masalah besar. Banyak orang yang dapat hidup tanpa mengonsumsi madu. Namun kalau kita ingat apa yang dikatakan oleh Albert Einstein ini, mungkin kita akan berpikir kembali :

“Jika lebah menghilang dari permukaan bumi, manusia hanya punya sisa waktu hidup empat tahun lagi.”

Albert Einstein memang bukan entomologis[1], bahkan ia juga bukan peternak lebah. Namun kenapa Eisntein begitu yakin  ketika mengemukakan pernyataan kontroversi tersebut? Penemu Teori Relativitas itu ternyata mengerti bahwa peran lebah dalam kehidupan di muka bumi tidak hanya soal menghasilkan madu. Profesor Keith S. Delaplane dari departemen Entomology Universitas of Georgia Amerika Serikat (AS), menulis bahwa hancurnya koloni lebah tak hanya merugikan peternak lebah. Hal terpenting bukanlah madu, melainkan penyerbukan dan pasokan pangan bagi manusia.

Lebah madu berperan dalam penyerbukan 90% dari semua tanaman berbungan di AS dan minimal 30% dari seluruh tanaman di dunia. Setidaknya sepertiga atau lebih dari 100 jenis tanaman yang kita makan bergantung pada penyerbukan ini. penyerbukan oleh lebah diperlukan untuk banyak tanaman seperti: apel, ceri, kacang, kedelai, jeruk, lemon, jeruk nipis, wortel dan lain lain.

Produk karbohidrat seperti jagung, gandum, dan padi memang tidak membutuhkan lebah dalam penyerbukan, dan semuanya adalah sumber karbohidrat yang penting. Tapi manusia dan sebagian besar hewan butuh keragaman jenis makanan. Seperti pernyataan entomologis S.E. McGregor dalam Insect Pollination of Cultivated Crops Plants (1976), bahwa sepertiga dari makanan kita, langsung atau tak langsung bergantung pada produk tanaman yang diserbuki oleh serangga. Lebah madu berperan atas tiap gigitan ketiga dari makanan yang kita kunyah”.

Tahun 2006, publik di Eropa dan Amerika Serikat dihebohkan dengan berbagai laporan tentang hilangnya lebah madu. Koloni lebah yang gagal bertahan pada musim dingin tahun 2011 di AS naik  30 – 35%  dari 10%. Hal yang sama terjadi di Amerika Latin. Di Jerman, populasi lebah madu menurun sampai 25%. Di beberapa negara lain lebah bahkan menghilang tanpa bekas.

Lalu kemana hilangnya lebah madu ?

Nampaknya serangga kecil ini mulai menyadari “sengatan” dunia atas kehidupan mereka akhir-akhir ini. Habitat yang menyusut, penyakit jamur, infestasi tungau, dan penggunaan pestisida dicurigai menjadi penyebab utama menghilangnya koloni–koloni lebah madu. Namun dari berbagai penelitian yag dilakukan, penyebab sebenarnya masih belum dapat dipastikan. Berbagai upaya mengembalikan lebah madu-pun belum berbuah manis. Penelitian dan upaya dalam mengembalikan populasi lebah madu masih terus berlanjut hingga saat ini. Ada sekitar USD 82,5 juta  yang dialokasikan oleh presiden Barrack Obama untuk mendanai riset tentang lebah madu di tahun fiskal mendatang. (M. Syaiful Rizal_IT, OPI_Corcom)

 

[1] Orang yang ahli atau mempelajari tentang serangga

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar