Hasil Uji Sampel Tanah Tentukan Jenis dan Kuanta Pupuk

Terbit pada Rabu, 21 Desember 2016

Tanah merupakan jantung dari dunia perkebunan dan pertanian. Dalam dunia perkebunan dan pertanian, tanah berperan sangat penting yaitu sebagai media tanaman. Tanah sangat mendukung bagi kehidupan tanaman karena didalamnya mengandung banyak unsur hara dan air. Unsur hara yang terkandung di dalam tanah ada berbagai macam, diantaranya terdapat unsur makro dan unsur mikro. Unsur makro dalam tanah antara lain: N, P, K, S, Ca, dan Mg sedangkan unsur mikro antara lain: Fe, Mn, Co, B, Mo, Cu, Zn, dan Cl. Unsur-unsur tersebut mempunyai peran tersendiri bagi tumbuh kembang tanaman. Apabila tanaman kekurangan salah satu dari unsur tersebut, maka tanaman akan memberikan gejala-gejala perlambatan pertumbuhan dan atau ketidaknormalan pertumbuhan. Untuk mengantisipasi kekurangan hara yang terjadi, maka tanaman diberikan pupuk memenuhi kebutuhan hara tanaman.

Di sektor tembakau PTPN X, sebelum menentukan jenis dan kuantitas pupuk yang akan digunakan dalam musim tanam tembakau, maka tanah diuji terlebih dahulu dengan sampel tanah di lahan. Pengambilan sampel ini sangat penting dalam tahapan pengujian tanah. Sampel tanah yang diambil tersebut dapat digunakan sebagai petunjuk berapa besar unsur hara yang terkandung setelah dilakukan analisis kimia. Proses analisa kimia tersebut bertujuan untuk mengetahui kadar hara, menetapkan status hara tanah, dan digunakan sebagai petunjuk penggunaan pupuk dan kapur secara tepat, cukup, dan efisien.

Aktivitas pengambilan sampel tanah dilakukan dalam jangka waktu setahun sekali sebelum musim tanam tembakau. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel ini adalah bor tanah (auger), alat pengukur kedalaman, dan pH meter untuk mengukur pH tanah. Proses pengambilan sampel (plotting) dilakukan dengan teknik pengambilan sampel tanah secara diagonal. Penjelasannya sebagai berikut: sampel tanah diambil secara zig-zag sebanyak lima titik. Biasanya dalam satu lahan ini terdapat berbagai macam jenis tanah di dalamnya. Lima titik sampel tersebut cukup mewakili untuk lahan tersebut sebagai sampel analisa kimia.

Jenis tanah digolongkan menjadi 3 yaitu tanah ringan, sedang, dan berat. Tanah ringan dibagi lagi menjadi 2 yaitu tanah ringan berpasir dan tanah ringan tidak berpasir. Perbedaan dari ketiga jenis tanah tersebut dapat dilihat dari tekstur dan warna tanah. Jika itu tanah ringan maka halus, gembur, dan berwarna cerah. Tanah sedang memiliki ciri-ciri mendekati tanah ringan namun teksturnya lebih padat. Tanah berat teksturnya lebih padat daripada tanah ringan dan sedang, berwarna hitam kecoklatan atau berwarna gelap contohnya seperti tanah liat.

Tanah yang baik untuk tanaman tembakau adalah jenis tanah ringan dan sedang. Apabila terdapat sampel yang tergolong tanah berat, maka tanah tersebut dijadikan alternatif. Hal ini disebabkan karena jika tanaman tembakau ditanam pada jenis tanah berat maka perlakuan dalam proses persiapan lahan akan berbeda pada lahan jenis tanah ringan dan sedang. Pada lahan tanah berat akan diberi perlakuan khusus, waktu yang dibutuhkan lebih lama, dan menambah biaya produksi. Hal ini dilakukan karena tanah berat lebih sulit menyerap air. Hal itu tidak baik untuk tumbuh kembang tanaman tembakau. Dapat dikatakan tanah berat tidak disarankan menjadi media tanam tembakau.

Setelah dilakukan pengambilan sampel di lahan dan pemeriksaan pH tanah, maka sampel diberikan kepada pihak Laboratorium Kimia Penelitian Tembakau Jember untuk dianalisis kandungan hara tanahnya. Hasil uji dilaporkan ke pihak kebun sebagai dasar untuk menentukan jenis dan jumlah pupuk yang harus dipersiapkan di musim tanam tembakau.  (Rosana Panggawean_Puslit Tembakau Jember, CIN_Sekper)  

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar