Hadapi Persaingan, Industri Gula Perlu Tingkatkan Daya Saing

Terbit pada Senin, 18 Maret 2019

Industri gula di Indonesia masih memiliki peluang menjanjikan di masa mendatang. Efisiensi menjadi kunci agar memiliki daya saing dan memenangkan persaingan. Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Agus Pakpahan mengatakan, selama biaya tinggi, industri gula di tanah air tidak akan bisa bersaing.

“Kalau kita mau selamat, harus bisa menahan biaya,” kata Agus seusai Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Peningkatan Daya Saing Industri Berbasis Tebu dalam Menghadapi Era yang Semakin Kompetitif di kantor PTPN X, Surabaya, Kamis (14/3/2019). 

Menekan biaya bisa dilakukan dengan cara meningkatkan produktivitas kebun, memperbaiki efisiensi tebang muat angkut, efisiensi pabrik dan menciptakan produk baru. Penyelenggaraan FGD bertujuan untuk lebih menyegarkan pengetahuan anggota bagaimana kondisi di lapangan serta kebijakan yang akan ditempuh pemerintah.

”Peneliti ini kan yang ada di lapangan. Kita berharap dari diskusi ini untuk menyegarkan pengetahuan kita,” ujarnya.

Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Anurogo pada sambutannya mengatakan anggota AGI adalah pelaku yang akan menentukan kemana industri gula ini akan dibawa.

”Kita adalah pelaku, eksekutor, anggota AGI ini yang akan menentukan kita akan mengarah kemana,” kata Dwi Satriyo yang juga Ketua Dewan Pengarah AGI ini. (Red1, CIN_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 0 komentar