Eksistensi PTPN X di bidang on Farm melalui Teknologi Foto Udara

Terbit pada Senin, 26 Maret 2018

Jika kita mempelajari pada peta (google maps) begitu luasnya sebaran areal PTPN X. Sebanyak + 70.000 Ha lahan perkebunan tebu milik petani binaan 10 Pabrik Gula, yang tersebar di 19 Kabupaten, 240 Kecamatan, dan 2.175 Desa.

Beberapa adopsi teknologi sudah di lakukan PTPN X melalui aplikasi e-farming berbasis GIS yang dapat diakses melalui web maupun mobile. Teknologi ini terus dilakukan pembaruan sampai dengan saat ini. Beberapa fitur pada aplikasi tersebut sudah cukup membantu petugas untuk memverifikasi pendaftaran areal.

Ada beberapa temuan, salah satunya adalah kondisi sosial ekonomi petani mempengaruhi minat menanam tebu. Jika pendapatan petani meningkat, muncul lahan – lahan baru yang ditanami tebu dimana sebelumnya merupakan tanaman padi dan palawija. Sebaliknya, jika pendapatan petani menurun, lahan yang semula ditanami tebu beralih komoditi menjadi tanaman lain atau bahkan beralih fungsi menjadi bangunan.

Melihat realita di atas, tentunya tidak mudah untuk mengelola data lahan secara real dikarenakan sering terjadi perubahan fungsi lahan secara dinamis. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi tepat guna untuk mengetahui kondisi lahan terkini, khususnya berkaitan dengan perubahan tata guna lahan maupun produktivitas tanaman. Teknologi yang saat ini digunakan adalah pengolahan data citra dari hasil foto udara dengan drone.

Saat ini penggunaan drone sudah banyak dimanfaatkan di kalangan pertanian di Indonesia, termasuk di pabrik gula PTPN X guna membantu dalam hal monitoring lahan, mengingat keterbatasan jangkauan indera penglihatan manusia yang tidak mungkin mencakup kondisi lahan yang sebarannya sangat luas.

Dengan memanfaatkan drone, satu kali pengamatan/terbang mampu meng-cover areal rata-rata seluas (500 x 500 m) atau 25 Ha secara utuh. Sejauh ini, hasil dari foto udara kemudian diolah dan dianalisis secara tematik apakah ada petak yang beralih komoditi/ beralih fungsi lahan serta untuk melihat homogenitas pertumbuhan tanaman yang digunakan sebagai dasar perkiraan potensi produksi.

Alur pembuatan peta tematik dari data foto udara :

Analisis tata guna lahan :

Analisis homogenitas pertumbuhan tanaman :

Sedangkan negara-negara dengan pertanian yang maju seperti Australia telah memanfaatkan teknologi tersebut untuk berbagai hal antara lain pemantauan kesehatan tanaman, penyebaran pias, pemantauan pekerjaan lahan & irigasi, identifikasi gulma dan kesuburan tanah. Hal semacam ini bukan tidak mungkin dapat terealisasi di PTPN X ke depan dengan secara konsisten melakukan update informasi dan inovasi teknologi. (Isda_PG Tjoekir, CIN_Sekper)

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar

Silahkan tambahkan komentar