Diversifikasi Produk, Sumber Pendapatan Baru Bisnis Tembakau

Terbit pada Kamis, 2 Pebruari 2017

Dalam upaya mengarah pada diversifikasi produk dan pengembangan pestisida hayati, pada 19 Januari 2017 lalu Penelitian Tembakau Jember bertandang ke Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas). Vardianata Yoedistira Virdawan, Okta Prima Indahsari, Vernadi Kusuma, dan Mohamad Wawan S. didapuk menjadi peserta benchmarking di balai yang berkantor di Karangploso, Malang tersebut.

“Maksud kedatangan kami ke Balittas adalah untuk memanfaatkan limbah budidaya tembakau yang ada di lahan menjadi minyak atsiri dan bio oil,” jelas Nana, sapaan akrab Vardianata, Peneliti Proteksi dalam sambutan pembukaannya.

Okta, Peneliti Teknologi dan Prosesing menambahkan, kini waktunya pelaku bisnis tembakau PTPN X tidak hanya fokus dalam penyediaan cerutu yang berkualitas semata. Sudah saatnya memikirkan pemanfaatan limbah tembakau yang selama ini terabaikan, namun ternyata berpotensi mendatangkan added value yang luar biasa.

Subiyakto dari Balittas menyambut baik ragam agenda Penelitian Tembakau Jember dalam hal pemanfaatan limbah. Menurut professor yang paper-nya mengenai tembakau telah dipublikasikan oleh LIPI di tahun 2011 dan 2014, Penelitian Tembakau Jember dapat bereksperimen seoptimal mungkin mengingat lahan tembakaunya luas, sehingga pasokan limbahnya pun tak terbatas.

Elda Nurnasari, salah satu peneliti di Balittas, memaparkan bahwa daun tembakau memiliki senyawa aromatik yang mengeluarkan aroma yang khas. Itu artinya daun tembakau memiliki kandungan minyak atsiri yang nantinya dapat diolah menjadi berbagai macam varian produk, seperti parfum dan bahan campuran untuk industri farmasi. Memang rendemennya kecil sekali, yakni sekitar satu hingga dua persen. Namun hal itu sebanding dengan harganya di pasaran, yaitu bisa menembus angka 20 juta rupiah per liternya. Selain minyak atsiri, tambah ibu berputra dua ini, Balittas telah mengembangkan bio oil dengan metode pirolisis berikut dua produk sampingannya, yakni bio arang dan bio gas.  

Bio oil ini dapat digunakan untuk pestisida hayati. Kita tinggal melakukan percobaan dalam konsentrasi  bervariasi untuk menentukan komposisi yang paling tepat sebagai pestisida hayati,” ungkap Vernadi optimis.

Apabila Penelitian Tembakau Jember fokus dalam pengembangan diversifikasi produk, maka kontribusi add value limbah tembakau dalam revenue bisnis tembakau tidak bisa dipandang sebelah mata. (Mohamad Wawan S._Penelitian Tembakau Jember, FIR_Sekper)

Posted in Berita

Terdapat 1 komentar

dyto said on Feb 20, 2017
Maju terus tembakau