Call for Papers PTPN X: Kaji Studi Kelayakan Pemanfaatan Limbah Tembakau

Terbit pada Rabu, 9 Mei 2018

SURABAYA – Keberadaan tembakau di mata publik masih menuai bermacam pro dan kontra. Tembakau dianggap sebagai komoditas yang hanya identik dengan rokok dan cerutu saja.  Namun melalui gelaran Call For Paper 2018 yang diusung PTPN X, stigma tersebut perlahan terpatahkan. Berbagai hasil penelitian terkait pemanfaatan tembakau dihasilkan melalui ajang ini.

Tanaman yang bernama latin Nicotiana Tabaccum tersebut ternyata bukan hanya daunnya saja yang dapat dimanfaatkan, namun seluruh bagian tembakau mulai dari akar, batang, daun hingga bunga berikut limbah dari hasil budidaya dan pengolahan tembakau, semuanya memiliki kegunaan yang luar biasa. Tembakau dapat diolah menjadi bahan obat-obatan, farmasi, kosmetika, dan juga bahan makanan. Budidaya, pengolahan serta pemanfaatan tembakau yang baik dan benar dapat memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Call For Paper 2018 kali ini adalah gelaran kedua setelah penyelenggaraan pertamanya tahun 2017 lalu. Call For Paper sendiri merupakan acara tahunan yang bertujuan memasyarakatkan budaya menulis ilmiah kepada publik sekaligus guna menampung ide-ide konstruktif guna pengembangan industri tembakau. Pada Call For Paper 2018, ada 150 naskah dari seluruh Indonesia yang diterima panitia.

”Pesertanya tersebar mulai dari Aceh hingga Maluku. Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasmenya. Semoga hasil studi kelayakan berbasis limbah tembakau nantinya dapat mengubah paradigma negatif tentang tembakau selama ini,” ungkap Slamet Djumantoro, Direktur Komersil PTPN X dalam acara Seminar Nasional Call For Paper 2018 yang bertemakan Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau.

Tiga kebun tembakau PTPN X di tahun 2018 akan menanam tembakau di areal seluas 665 hektar, yang terdiri dari Kebun Kertosari 285 hektar, Kebun Ajung Gayasan 290 hektar, dan Kebun Klaten 125 hektar. Meski dihimpit dengan berbagai regulasi yang mengatur mengenai tanaman tembakau, ia yakin industri berbasis tembakau masih cukup prospektif. Slamet berharap PTPN X ke depan bisa menangkap peluang pasar yang masih terbuka di Eropa, China, Afrika dan Kanada.

“Dalam bisnis ada istilah buatlah apa yang bisa dijual, dan jangan menjual apa yang bisa kita buat,” tutur Slamet saat penjurian Call For Paper 2018 di Auditorium Kantor Pusat PTPN X, Kamis (26/04) lalu. Market oriented jadi pijakan utama dalam hal menjual produk, disamping product oriented yang selalu meningkatkan kualitas produk sesuai dengan kebutuhan customer.

Lebih jauh Direktur Komersial PTPN X menegaskan, ”Perlu kegesitan dan insting bisnis yang bagus. Tidak hanya menunggu konsumen tetapi bergerak lebih lincah mencari pasar.” Ke depan, semoga hasil Call For Paper 2018 dapat segera diaplikasikan di ranah tembakau PTPN X dan memberikan khasanah baru bagi pengembangan diversifikasi produk tembakau non-cerutu yang berasal dari limbah tembakau.

Keluar sebagai pemenang di gelaran Call For Paper 2018 kali ini adalah tim UNEJ dengan judul paper ‘Analisis Kelayakan Usaha Produksi Asap Cair Organik dari Batang Tembakau sebagai Pengawet dan Biodisinfektan’, tim UGM dengan judul paper ‘Analisis Studi Kelayakan Usaha Produksi Tobsan (Tobacco Sanitizer)’ dan tim UNEJ dengan ‘Analisis Kelayakan Bisnis Tobacco Perfume (Tobacco Imperial, Tabacco Noir dan Tabacco Scent) dengan Konsep Zero Waste.

Posted in Press Release

Terdapat 0 komentar