Ayo Ngombe Kopi (Ngobrol Ben Kompak dan Serasi)!! (Bagian I)

Terbit pada Selasa, 30 Juni 2015

Perdagangan bebas membuat persaingan bisnis semakin ketat. Di tingkat makro, pemerintah perlu meningkatkan kompetensi SDM melalui peningkatan mutu pendidikan. Sedang di tingkat mikro perusahaan perlu mengadopsi visi, misi, dan strategi yang tepat yang didukung oleh strategi SDM dan budaya perusahaan pula. Pada dasarnya strategi SDM berkaitan dengan tiga aktivitas SDM yaitu pengadaan, pemeliharaan serta pengembangan. Strategi dan perencanaan SDM perlu didukung oleh nilai-nilai kreativitas, layanan continuous learning dan inovatif.

 

Kompetisi pada masa akan datang tidak hanya dilakukan dengan cara merencanakan strategi diluar organisasi namun perlu juga strategi dalam organisasi melalui peranan manajemen untuk meningkatkan kerjasama dalam organisasi sebab peranan manajemen dalam mengidentifikasi bisnis masa akan datang, menganalisis, merencanakan, menentukan/merumuskan serta mengimplementasikan strategi yang tepat sangat esensial dan menentukan, misalnya menentukan melalui transformasi organisasi.

 

Strategi SDM perlu dipersiapkan secara seksama khususnya oleh perusahaan-perusahaan agar mampu menghasilkan keluaran yang mampu bersaing di tingkat dunia. Kualitas sumberdaya manusia (SDM) menentukan keberhasilan tercapainya tujuan organisasi. Salah satu faktor kualitas SDM yang penting adalah komunikasi. Efektifitas komunikasi tergantung dari faktor individu, antar individu, dan organisasi yang akhirnya akan berpengaruh terhadap kinerja.

 

Dalam menformulasi strategi SDM, manajer SDM harus memikirkan tiga tantangan mendasar. Pertama, keharusan mendukung produktivitas  dan upaya peningkatan kinerja perusahaan. Kedua, karyawan memainkan peran yang makin luas dalam usaha perbaikan kinerja pengusaha. Ketiga, SDM harus terlibat lebih jauh dalam mendesain tidak hanya melaksanakan rencana strategi perusahaan. Dalam mendukung strategi SDM dibutuhkan komunikasi yang efektif dan efisien dalam internal organisasi.

 

Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan kinerja dapat dilakukan dengan meningkatkan kepribadian masing-masing individu melalui persamaan persepsi, keterampilan mendengar, menjaga kondisi emosi, dan ketrampilan umpan balik (faktor individu), melakukan kegiatan bersama seperti ibadah, olah raga, seni dan lain-lain sehingga faktor usia tidak menimbulkan perbedaan yang berarti, kepercayaan antar individu meningkat dan gaya bahasa tidak menjadi penghalang komunikasi (faktor antar individu), mengembangkan gaya kepemimpinan konsultatif dan partisipatif, pimpinan dan bawahan tidak ada kesenjangan, tidak banyak kelompok-kelompok kepentingan (faktor organisasi), pengulangan informasi, kesempatan dan respon umpan balik dan empati (efektifitas komunikasi), meningkatkan kecakapan, kedisiplinan, kreatifitas, kerjasama, tanggung jawab, ketepatan waktu, ketrampilan memimpin, kualitas dan kuantitas kerja (kinerja)

 

Sendjaja (1994) menyatakan fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:

  1. Fungsi informatif. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu.
  2. Fungsi regulatif. Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.
  3. Fungsi persuasif. Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.
  4. Fungsi integratif. Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.

 

Untuk mendukung peran dari manajemen dalam meningkatkan efektifitas organisasi dibutuhkan suatu program yang komunikatif yang mendukung, yaitu Ritual Ngombe Kopi (Ngobrol Ben Kompak dan Serasi). (Afian Febrianto_Kudir Makassar, OPI_Corcom)

Number 29 of The Best 30 LKTI 2015

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar