9 Rules Ciptakan Kepemimpinan Kreatif

Terbit pada Kamis, 21 Juli 2016

Sebagai seorang Leader atau pemimpin, mengelola potensi yang ada dari setiap anggota tim sudah menjadi bagian dari peran yang harus dijalankan saat ini. Pilihan ditangan Anda, apakah Anda tipe pemimpin yang melumpuhkan kreativitas tim dan fokus kepada proses birokrasi yang rigid atau justru memanfaatkan potensi dari masing – masing anggota tim Anda demi mendorong terciptanya hal – hal baru dan ‘fresh’?

Dengan asumsi Anda memilih pilihan kedua, berikut 9 rules yang harus Anda lakukan untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana mendorong terciptanya kepemiminan yang kreatif yang disarankan oleh Jeffrey Baumgartner, penulis “Anticonventional Thinking The Creative to Brainstroming” dan seorang master inovasi.

  1. Ini Bukan tentang kreativitas Anda, tapi kreativitas Tim

Kepemimpinan yang kreatif memiliki hubungan yang sedikit dengan kreativitasnya sendiri. Segala sesuatu yang dilakukan justru berkaitan dengan kreativitas tim. Jika, hal – hal yang tim lakukan lebih banyak karena kreativitas Anda, untuk apa Anda membutuhkan tim? Anda hanya satu orang, sedangkan tim Anda tentunya tidak sedikit. Kreativitas yang muncul dari 10, 100, bahkan 1000 orang akan lebih baik daripada yang muncul dari 1 orang saja.

  1. Anda tidak perlu menjadi kreatif, Anda hanya perlu memahami apa itu kreativitas

Seperti pda poin nomer 1 Anda tidak harus menjadi jenius untuk memiliki kreativitas tinggi. Justru yang paling penting Anda memahami proses kreatif sehingga dapat membimbing semua anggota tim.

  1. Keragaman

Jika Anda dapat memilih anggota tim, maka cobalah untuk memprioritaskan keberagaman. Misalnya, keberagaman dalam pengalaman, jenis kelamin, budaya, usia, dan pengetahuan. Juga jangan takut memasukkan orang-orang yang tidak Anda sukai, jika Anda yakin dapat memberikan hasil yang lebih baik.

  1. Identifikasi kekuatan dan kelemahan tim

Beberapa orang akan muncul dengan memberikan berbagai macam ide, namun lemah saat eksekusi. Bagi yang lain, justru sebaliknya. Dengan mengindentifikasi kekuatan, kelemahan, dan mengabil keuntungan dari mereka, Anda dapat yakin bahwa tidak semua anggota tim Anda kreatif. Namun, proses tersebut justru akan menghantar Anda mencapai hasil yang mengarah pada inovasi.

  1. Percaya pada anggota tim

Seorang micromanager tidak akan pernah menjadi pemimpin yang kreatif karena tidak akan percaya pada tim dalam membuat keputusan. Bukan hanya tidak mempromosikan kreativitas seorang micromanager, malah terjebak dalam hal – hal sepele. Jadi, percayalah pada semua anggota tim. Berikan tujuan yang jelas, anggaran, dan juga tools yang mudah diaplikasikan. Namun, biarkan mereka bekerja dengan cara yang mereka pilih sendiri untuk mecapai tujuan tersebut. Bahkan, jika cara yang digunakan bukan cara terbaik, biarkan orang -orang Anda belajar dengan mencoba dan terus mencoba.

  1. Jangan takut gagal

Berbicara tentang kesalahan, jika tim Anda tidak diijinkan untuk gagal dari waktu ke waktu, mereka tidak akan pernah mencapai hal yang besar. Meskipun Anda tahu mana yang lebih baik, Anda harus mendorong mereka (tim Anda) untuk terus mencoba dan memastikan bahwa mereka berbagi cerita kegagalan mereka ke yang lainnya sehingga orang lain pun dapat belajar dari kesalahan.

  1. Mendorong suasana debat yang kondusif

Debat memungkinkan anggota tim melihat segala sesuatu dari perspektif lain, memperkuat ide-ide mereka, dan memikirkan kembali ide yang sempurna. Selain itu, juga jauh lebih baik memiliki anggota tim yang dapat memberikan kritik terhadap ide yang muncul daripada mengkritik hasil apa yang akan didapat dari ide tersebut.

  1. Champion Ideas

Pada saat tim Anda menghasilkan banyak ide, sebagai pemimpin tim, Anda perlu memberikan pengakuan kepada ide tersebut.  Bahkan, terkadang Anda malah harus mendukung ide–ide yang tidak Anda sukai karena pada akhirnya ide tersebut menawarkan ide yang lebih baik bagi organisasi.

  1. Saatnya mewujudkan ide bersama

Inovasi adalah sebuah implementasi dari ide kreatif yang menghasilkan sebuah value. Sayangnya, proses mewujudkan ide brilian menjadi sebuah hasil karya yang inovatif tidak selalu menjadi hal yang mudah dilakukan. Anda butuh mendefinisikan proses dan menetapkan proses untuk mewujudkan ide–ide.  Hal ini memang memiliki potensi untuk menjadi terobosan baru, tapi biasanya ide-ide tersebut cukup beresiko dan sering dipatahkan oleh manajer senior. Namun, jika Anda dapat “mematahkan” anggapan manajer senior dan yakin ide tersebut dapat diwujudkan bersama oleh tim, jangan ragu untuk menunjukkan kepada manajer senior bahwa hal tersbut yang justru mendorong terciptanya inovasi.

Referensi :

  1. Baumgartner, Jeffrey; “Anticonventional Thinking The Creative to Brainstroming”; 2014

(MSR_Sekper, VER_Sekper)

Posted in Artikel

Terdapat 0 komentar